Muscab PKB Jatim Rampung, Kursi Ketua DPC Kini Diperebutkan Lewat UKK

PKB Jatim tuntaskan Muscab di 38 kabupaten/kota. INPhoto/Eric
PKB Jatim tuntaskan Muscab di 38 kabupaten/kota. INPhoto/Eric

SURABAYA, iNFONews.ID - Mesin politik DPW PKB Jawa Timur mulai memanas. Pasca menuntaskan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak di 38 kabupaten/kota, partai berlambang bola dunia ini langsung memasang standar tinggi bagi para calon nakhoda di tingkat daerah. 

Tidak ada tiket gratis; setiap calon ketua DPC kini wajib melewati Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) yang melibatkan penguji eksternal.

Langkah marathon ini terbagi dalam dua gelombang besar yang berakhir pada 5 April 2026 lalu. 

Keberhasilan mengonsolidasi seluruh cabang di Jawa Timur ini menjadi sinyal kuat bahwa PKB sedang merapikan barisan menjelang kontestasi politik mendatang.

Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, menyatakan bahwa agenda lima tahunan ini lebih dari sekadar seremoni pergantian pengurus. 

Baginya, Muscab menjadi ruang evaluasi total sekaligus penyaringan kader-kader terbaik dari akar rumput.

"Forum ini kami gunakan untuk melihat sejauh mana kinerja pengurus lama dan merancang program yang lebih nyata bagi masyarakat ke depan," ujar Multazam saat ditemui di Surabaya, Rabu (8/4/2026).

Meski sistem penjaringan melibatkan Tim 7, Multazam menjamin aspirasi dari bawah tetap mengalir melalui rapat pleno. 

Namun, nama-nama yang muncul tidak lantas bisa duduk manis di kursi ketua. Mereka harus membuktikan kapasitasnya di meja ujian.

PKB Jatim menunjukkan keseriusannya dengan menggandeng Universitas Negeri Malang (UM). 

Pada 10–11 April ini, para calon ketua akan menghadapi psikotes ketat yang dikawal langsung oleh tenaga profesional dari Fakultas Psikologi UM.

"Kami ingin memastikan kualitas kepemimpinan di daerah benar-benar teruji secara objektif. Karena itu, kami bekerja sama dengan UM untuk pelaksanaan psikotes tahap pertama," lanjut pria yang juga duduk di kursi DPRD Jawa Timur tersebut.

Setelah urusan psikologi tuntas, para kandidat bakal dikuliti lebih dalam pada tahap kedua. 

Di fase ini, loyalitas terhadap garis perjuangan partai serta ketajaman visi-misi menjadi indikator utama penilaian.

Multazam mengingatkan bahwa proses ini sangat selektif. Munculnya nama di arena Muscab bukan jaminan otomatis bisa ikut tes lanjutan.

"Hanya calon ketua yang sudah terverifikasi secara internal yang kami undang ke tahap UKK satu dan dua. Aturan partai berlaku ketat di sini, hanya mereka yang kompeten dan punya loyalitas tinggi yang bisa lanjut," tutupnya.

Editor : Alim Kusuma