Minggu, 05 Apr 2026 22:28 WIB

KEK Tembakau Madura: Harisandi Savari Desak Pusat Segera Beri Keputusan

Anggota DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari, mendesak percepatan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. INPhoto/Eric
Anggota DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari, mendesak percepatan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. INPhoto/Eric

SURABAYA, iNFONews.ID - Harapan warga Madura untuk melihat lonjakan ekonomi di tanah kelahirannya kini tertuju pada meja pemerintah pusat. Anggota DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari, mendesak percepatan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. 

Baginya, kepastian hukum atas kawasan ini merupakan harga mati untuk melindungi ribuan petani yang selama ini menggantungkan hidup pada "emas hijau".

Harisandi menilai, langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang terus mengawal usulan ini sudah tepat. 

Namun, bola panas kini berada di tangan Jakarta. Tanpa restu pemerintah pusat, potensi besar komoditas unggulan Pulau Garam akan tetap jalan di tempat tanpa perlindungan industri yang mumpuni.

"Upaya Ibu Gubernur membawa usulan ini ke pusat menunjukkan keberpihakan nyata pada masyarakat Madura. Sekarang, pusat jangan lagi menunda-nunda lewat proses birokrasi yang panjang," ujar Harisandi saat ditemui di Surabaya, Sabtu (4/4/2026).

Selama puluhan tahun, petani tembakau di Madura terjebak dalam rantai perdagangan yang tidak berpihak pada mereka. 

Tanpa adanya ekosistem industri dari hulu ke hilir, petani kerap kalah dalam posisi tawar harga. Harisandi meyakini kehadiran KEK akan mengubah peta permainan ekonomi di Madura secara total.

Melalui KEK, pengelolaan hasil panen tidak lagi dilakukan secara tradisional semata. Ada standardisasi industri, perbaikan jalur distribusi, hingga pintu ekspor yang terbuka lebar. Hal ini memungkinkan tembakau Madura tidak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang tinggi.

"KEK Tembakau akan mengubah segalanya. Kita tidak hanya bicara soal menanam dan menjual, tapi soal membangun industri. Ini akan menarik investasi besar dan secara otomatis menciptakan lapangan kerja baru bagi anak muda Madura," tegas politisi PKS ini.

Ia juga mengingatkan bahwa urgensi pembangunan di Madura sudah mencapai titik nadir. Keterlambatan administratif di tingkat pusat hanya akan membuang momentum emas yang saat ini sudah tercipta berkat sinergi pemerintah provinsi dan legislatif.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil Madura, Harisandi memastikan DPRD Jawa Timur bakal mengawal ketat setiap tahapan kebijakan ini. 

Pengawasan dilakukan agar ketika KEK Tembakau Madura resmi beroperasi, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani di lapis terbawah, bukan hanya dinikmati segelintir pengusaha besar.

"Kami di legislatif siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi daerah maupun pengawasan di lapangan. KEK Tembakau harus jadi motor penggerak baru bagi kemajuan Madura," pungkas pengusaha asal Madura tersebut.

Editor : Alim Kusuma