ITS Gandeng Taiwan Kembangkan Teknologi Waste to Energy

Foto bersama konsorsium Taiwan-Indonesia Science Technology Innovation Centre (TI-STIC). INPhoto/Humas ITS
Foto bersama konsorsium Taiwan-Indonesia Science Technology Innovation Centre (TI-STIC). INPhoto/Humas ITS

SURABAYA, iNFONews.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember memperkuat pengembangan teknologi waste to energy melalui kolaborasi bersama mitra perguruan tinggi Taiwan dalam forum Taiwan-Indonesia Science Technology Innovation Centre (TI-STIC) di Auditorium Research Centre ITS, Rabu (20/5/2026).

Kerja sama tersebut mempertemukan kalangan akademisi, pemerintah, dan industri untuk membahas solusi pengelolaan limbah menjadi sumber energi alternatif di Indonesia. Dalam konsorsium itu, ITS menggandeng National Taiwan University of Science and Technology dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Wakil Rektor IV ITS bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian, Agus Muhamad Hatta, mengatakan teknologi waste to energy menjadi jawaban atas persoalan limbah yang terus meningkat di tengah pertumbuhan urbanisasi dan populasi.

“Limbah seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban. Limbah memiliki potensi sumber daya yang dapat mendukung transisi menuju sistem energi bersih yang bernilai,” ujarnya.

ITS sebelumnya telah mengembangkan sejumlah inovasi pengolahan sampah menjadi energi. Salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Benowo yang beroperasi sejak 2021. Selain itu, ITS juga mengembangkan teknologi degradasi plastik menggunakan biomassa menjadi biofuel.

Melalui forum TI-STIC, ITS juga membuka peluang integrasi investasi strategis untuk memperkuat ekosistem teknologi hijau yang aplikatif dan terukur. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA), menekan emisi gas rumah kaca, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

The Executive Director of Science and Technology Division, Taipei Economic and Culture Office in Australia, En-Cheng Yang, menilai kolaborasi lintas negara diperlukan untuk menciptakan solusi bersama terhadap tantangan pengelolaan limbah dan kebutuhan energi.

“Ke depan, kami berharap lahir pengembangan teknologi, rancangan kebijakan, dan talenta muda yang mampu bersinergi menjawab persoalan yang belum terselesaikan,” kata En-Cheng Yang.

Taiwan disebut memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sistem pengelolaan limbah berbasis teknologi di kawasan Asia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dipadukan dengan kebutuhan dan potensi Indonesia melalui riset bersama.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dukungan ITS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin energi bersih dan terjangkau, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Editor : Alim Kusuma