Minggu, 16 Agu 2026 23:07 WIB

Jelang HUT RI, 200 Ojol Surabaya Dapat 2 Liter BBM Gratis

Sebanyak 200 pengemudi ojol di Surabaya menerima 2 liter Pertalite gratis dalam aksi sosial menyambut HUT ke-81 RI. INPhoto/KTM
Sebanyak 200 pengemudi ojol di Surabaya menerima 2 liter Pertalite gratis dalam aksi sosial menyambut HUT ke-81 RI. INPhoto/KTM

SURABAYA, INFONEWS - Sebanyak 200 pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya menerima bantuan bahan bakar minyak (BBM) gratis menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Masing-masing penerima memperoleh 2 liter Pertalite dalam kegiatan sosial bertajuk “Agustus Merdeka” yang digelar Komunitas Sahabat Surga bersama Komunitas Tolong Menolong di SPBU Pertamina 51.601.77, kawasan Diponegoro, Surabaya, Minggu (16/8/2026).

Program tersebut tidak dibuka untuk seluruh pengemudi ojol secara umum. Penyelenggara memprioritaskan kelompok tertentu, yakni pengemudi Generasi X, perempuan, serta ojol penyandang disabilitas.

Founder sekaligus Ketua Komunitas Sahabat Surga, Nur Ufia Prihandini, mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk apresiasi kepada para pengemudi ojol yang dinilai memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan keluarga.

“Kami menganggap mereka adalah pahlawan keluarga. Selain itu, kami ingin memberikan kado buat kemerdekaan bangsa ini melalui program bagi-bagi BBM buat ojol,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Dini tersebut.

Semula, panitia hanya menyiapkan bantuan untuk 81 pengemudi. Angka itu dipilih menyesuaikan usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki tahun ke-81.

Namun, jumlah pendaftar dan antusiasme peserta membuat kuota diperluas secara bertahap. Setelah sempat dinaikkan menjadi 175 penerima, jumlah akhir ditetapkan sebanyak 200 pengemudi.

“Alhamdulillah, dananya terpenuhi untuk membeli 2 liter Pertalite buat 200 ojol yang lolos verifikasi sesuai kriteria,” kata Dini.

Meringankan Biaya Operasional

Bagi pengemudi ojol, bantuan BBM menjadi salah satu bentuk dukungan yang langsung berkaitan dengan biaya kerja sehari-hari.

Erni Dwi (45), salah satu penerima, mengaku sudah dua kali mencoba mengikuti program sosial serupa. Pada kesempatan kali ini, ia akhirnya memperoleh kuota.

“Alhamdulillah banget. Karena bisa mengurangi beban pengeluaran saya yang bekerja sebagai ojol tiap harinya,” ujar Erni.

Perempuan yang berstatus single parent dengan dua anak itu mengatakan pendapatannya belakangan tidak lagi setinggi sebelumnya. Untuk mengejar pemasukan, ia mengaktifkan aplikasi sejak pagi hingga tengah malam.

“Sehari, saya onbid mulai pukul 8 pagi hingga 12 malam. Dan hanya dapat paling banyak Rp100 ribu. Itu belum dipotong untuk pengeluaran BBM dan makan di jalan,” tuturnya.

Kondisi serupa dirasakan Abdul Azis (35), pengemudi ojol penyandang disabilitas tunarungu. Pria yang telah bekerja sebagai ojol sejak 2024 itu kembali mendapatkan bantuan untuk kedua kalinya.

Tak hanya menerima 2 liter Pertalite, Azis juga memperoleh paket sembako.

“Terima kasih,” kata Azis melalui komunikasi berbasis pesan WhatsApp yang membantu menerjemahkan penyampaian dalam bahasa isyarat.

Azis mengatakan aktivitasnya sebagai pengemudi harus disesuaikan dengan tanggung jawab keluarga. Ia bekerja pada sore hingga malam setelah menyelesaikan tugas mengantar dan menjemput kedua anaknya.

“Saya mulai ngojol saat sore hingga malam, bagi tugas dengan istri saya. Alhamdulillah, dapat berapapun, saya syukuri,” ujarnya.

Akan Dilanjutkan

Founder sekaligus Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi para pengemudi ojol.

Ia menyebut pendapatan sebagian pengemudi mengalami tekanan sejak Juli hingga pertengahan Agustus 2026. Karena itu, bantuan berupa BBM gratis diharapkan dapat mengurangi salah satu pengeluaran rutin mereka.

“Saya tahu persis apa yang menjadi keluh kesah teman-teman ojol saat ini. Harapan kami, semoga apa yang diberikan ini paling tidak bisa sedikit meringankan beban teman-teman ojol,” kata Daniel.

Menurut Daniel, kegiatan bersama Komunitas Sahabat Surga itu telah memasuki pelaksanaan yang ketiga. Mereka berencana mempertahankan program sosial tersebut dengan menyasar momentum peringatan nasional lainnya.

Program berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Hari Pahlawan, 10 November, kemudian dilanjutkan dalam rangka Hari Ibu pada 22 Desember 2026.

Daniel berharap semakin banyak masyarakat maupun donatur yang ikut terlibat sehingga jumlah penerima manfaat dapat diperluas.

“Semoga akan banyak lagi para donatur yang mau bergabung dalam program sosial kami ini,” pungkasnya.

Editor : Alim Kusuma