SURABAYA, iNFONews.ID - Suasana berbeda tampak di Hanaka Social Space, kawasan Jalan Flores No.18, Ngagel, Wonokromo, Surabaya, Jumat (22/5/2026) malam. Cafe di Surabaya yang dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda itu menggelar kegiatan bertema lingkungan sekaligus membuka Pop Up Market sebagai agenda rutin bulanan.
Owner Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto atau akrab disapa Bang Yok, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keresahan terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.
Alumnus S1 Universitas Dr. Soetomo dan Magister Ilmu Ekonomi FEB Universitas Trisakti itu menilai perubahan iklim, polusi, sampah plastik, hingga minimnya ruang hijau perlu menjadi perhatian bersama, terutama generasi muda.
“Hari ini kita berkumpul bukan hanya menghadiri sebuah acara, tetapi menghadirkan kesadaran bersama bahwa bumi sedang menghadapi banyak tantangan,” kata Bang Yok.
Menurutnya, gerakan menanam tanaman dalam pot yang dilakukan bersama pengunjung bukan sekadar aktivitas seremonial. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan baru untuk lebih dekat dengan alam.
“Kita tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam harapan agar lingkungan menjadi lebih hijau, sehat, dan layak untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
Bang Yok menambahkan, satu tanaman memang terlihat kecil. Namun ketika dilakukan bersama-sama, gerakan tersebut dapat menjadi simbol kepedulian terhadap masa depan bumi.
Hanaka Social Space juga menggandeng inisiatif pengolahan sampah plastik menjadi furniture ramah lingkungan. Kolaborasi tersebut dihadirkan sebagai bentuk kampanye bahwa limbah plastik masih memiliki nilai guna jika diolah secara kreatif.
“Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa sesuatu yang dianggap limbah masih bisa diberi kehidupan baru ketika diolah dengan kepedulian,” tuturnya.
Tak hanya mengangkat isu lingkungan, Hanaka Social Space juga resmi membuka event Pop Up Market yang akan digelar rutin setiap bulan. Kegiatan itu dirancang menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku UMKM, seniman, hingga generasi Z di Surabaya.
Bang Yok berharap tempat nongkrong Surabaya tersebut tidak hanya menjadi lokasi berkumpul, tetapi juga ruang edukasi yang dekat dengan isu sosial, seni, budaya, dan lingkungan.
“Hijau bukan sekadar tren. Hijau adalah tanggung jawab. Kami ingin membangun ruang yang bisa menghadirkan kesadaran sekaligus inspirasi bagi lebih banyak orang,” tandasnya.
Editor : Alim Kusuma