Selasa, 05 Mei 2026 17:44 WIB

Produksi Video Viral, Rumah Literasi Digital Latih Jadi Filmmaker Berbasis AI, Tanpa Kamera Mahal

Praktisi AI Filmmaker RLD, Deni Adi Santoso, memandu peserta menjadi pemateri di pelatihan bertajuk "AI Short Content Creator" di Hanaka Social Space, Surabaya (IN/PHOTO: DOK RLD)
Praktisi AI Filmmaker RLD, Deni Adi Santoso, memandu peserta menjadi pemateri di pelatihan bertajuk "AI Short Content Creator" di Hanaka Social Space, Surabaya (IN/PHOTO: DOK RLD)

SURABAYA, iNFONews.ID - Era produksi video pendek yang menguras waktu dan biaya besar mulai bergeser. Kini, siapa pun punya kesempatan menciptakan konten estetik berkelas sinematik hanya dalam hitungan menit. Fenomena ini ditangkap oleh Rumah Literasi Digital (RLD) melalui pelatihan bertajuk "AI Short Content Creator" yang berlangsung di Hanaka Social Space, Surabaya, Selasa (5/5/2026).

Puluhan peserta dari beragam latar belakang profesi berkumpul untuk membedah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia visual. 

Mereka tidak lagi dipusingkan dengan kerumitan teknis penyuntingan konvensional, melainkan diajak menguasai berbagai alat bantu AI yang mampu mengotomatisasi proses kreatif.

Direktur RLD, Andika Ismawan, menyebut bahwa langkah tersebut merupakan respon atas masifnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, masyarakat saat ini jauh lebih cepat menangkap informasi yang disajikan secara visual ketimbang teks murni.

"Metode berbasis visual jauh lebih mudah dipahami publik. Melalui berbagai tools AI yang kami pelajari hari ini, pembuatan konten bukan lagi soal kerumitan, tapi efisiensi dan kreativitas," ujarnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan Deni Adi Santoso, seorang praktisi AI Filmmaker, sebagai mentor utama. Pemilik akun Instagram @denipanthom ini membagikan rahasia bagaimana kecerdasan buatan mampu memangkas alur produksi yang biasanya memakan waktu berhari-hari menjadi sangat singkat, namun tetap menjaga kualitas estetika yang berpotensi viral.

Dukungan penuh datang dari pemilik Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto. Pria yang akrab disapa Bang Yok itu mengapresiasi inisiatif jurnalis Surabaya dalam membekali masyarakat dengan kemampuan teknologi terbaru. Ia pun membuka pintu kolaborasi jangka panjang bagi kegiatan kreatif serupa.

"Sebagai tuan rumah, tentu bangga bisa menjadi bagian dari edukasi ini. Kami siap mendukung penuh setiap acara yang digelar kawan-kawan jurnalis, terutama yang berkaitan dengan literasi digital seperti yang dilakukan RLD," ungkap Bang Yok.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga dukungan dari jejaring bisnis Bang Yok, mulai souvenir cantik dari AIPEL Computer hingga voucher menarik dari Bengkel Mobil NEWFAST. 

Sinergi antara komunitas literasi dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mencetak kreator konten baru yang mampu bersaing di kancah nasional meski berangkat dari perangkat yang sederhana. (*)

Editor : Tudji Martudji