Selasa, 23 Jun 2026 14:37 WIB

Wadah Kreatif Surabaya, Hanaka Gelar Pop Up Market Bertema Zodiac

Hanaka Social Space Surabaya sukses menggelar Pop Up Market bertema budaya Jepang dan cosplay untuk memperkuat ekosistem kreatif lokal. INPhoto/Hanaka
Hanaka Social Space Surabaya sukses menggelar Pop Up Market bertema budaya Jepang dan cosplay untuk memperkuat ekosistem kreatif lokal. INPhoto/Hanaka

SURABAYA, INFONEWS.ID - Industri kreatif dan budaya pop Jepang di Kota Pahlawan mendapat angin segar. Hanaka Social Space yang terletak di Jalan Flores Nomor 18, Ngagel, Wonokromo, sukses menyulap areanya menjadi pusat berkumpulnya ratusan pencinta anime, manga, dan cosplayer dalam gelaran bertajuk Pop Up Market.

Langkah ini mempertegas posisi kafe modern tersebut sebagai wadah interaksi riil bagi anak muda Surabaya yang ingin menyalurkan hobi sekaligus membangun jaringan bisnis kreatif.

Pada gelaran kali ini, panitia mengusung tema besar Zodiac yang memadukan hiburan visual dengan pasar produk lokal non-kuliner.

Pemilik Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto, menjelaskan bahwa tempat usahanya tidak sekadar mengejar omset penjualan makanan dan minuman.

Pria yang akrab disapa Bang Yok itu berkomitmen menjadikan ruang miliknya sebagai titik temu gagasan segar yang mampu menghasilkan karya berdampak luas.

"Kami ingin Hanaka menjadi rumah bersama bagi bermacam kelompok hobi. Tempat ini harus mampu mempertemukan ide, kreativitas, dan kolaborasi anak muda. Nilai sebuah ruang publik diukur dari kemampuannya membangun relasi produktif, bukan cuma transaksi bisnis," kata Prasetyo saat ditemui di lokasi acara.

Melalui program bulanan ini, manajemen membuka pintu lebar-lebar bagi institusi pendidikan, pelaku UMKM, hingga organisasi kemunitas yang ingin menggelar lokakarya, pameran seni, maupun aktivasi merek.

Pendekatan inklusif tersebut terbukti ampuh mendatangkan segmen pasar baru yang belum terjamah sebelumnya.

Ketua Panitia Acara, Nadine Ezzatira Aziz, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai sudut kota. Perempuan yang akrab dipanggil Neza itu melihat potensi besar dari solidnya jejaring komunitas subkultur Jepang di Jawa Timur.

"Kerja sama lintas sektor menjadi kunci sukses agenda ini. Dukungan para sukarelawan, pengisi acara, dan sponsor sangat luar biasa. Kami berharap wadah ini memicu pergerakan ekonomi kreatif yang lebih masif ke depan," urai Neza.

Kesuksesan festival mini ini juga tidak lepas dari publikasi masif media komunitas digital. Rumah Literasi Digital yang bertindak sebagai mitra media eksklusif mengambil peran besar dalam menyebarluaskan gaung acara, sehingga mampu menarik kunjungan ratusan anak muda sepanjang akhir pekan.

Manajemen Hanaka memastikan agenda tematik serupa bakal bergulir secara rutin dengan konsep yang terus berganti.

Langkah konsisten tersebut diharapkan mampu menjaga denyut nadi industri kreatif di Surabaya agar tetap bergairah dan melahirkan peluang ekonomi baru bagi generasi muda.

Editor : Alim Kusuma