Jumat, 07 Agu 2026 15:15 WIB

Jaga Kedaulatan Kepulauan, ITS Racik Robot Otonom Laut dan Udara

Sistem kendaraan otonom unmanned aerial vehicle (UAV) berjenis hexacopter karya Guru Besar ke-156 ITS Prof Dr Ir Ari Santoso DEA. INPhoto/Humas ITS
Sistem kendaraan otonom unmanned aerial vehicle (UAV) berjenis hexacopter karya Guru Besar ke-156 ITS Prof Dr Ir Ari Santoso DEA. INPhoto/Humas ITS

SURABAYA, INFONEWS.ID - Tantangan konektivitas dan pengawasan di negara kepulauan kerap memicu biaya tinggi serta risiko keselamatan kerja. Menjawab persoalan ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang ekosistem kendaraan otonom terintegrasi yang beroperasi di tiga daratan domain sekaligus: bawah laut, permukaan air, dan udara.

Teknologi ini menggabungkan tiga tipe wahana tanpa awak, yakni Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Unmanned Surface Vehicle (USV), serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Ketiganya bekerja sinergis memanfaatkan kecerdasan buatan, pemrosesan sensor real-time, dan sistem kendali adaptif.

Gagasan ini diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk mempercepat inspeksi pipa serta kabel bawah laut, mitigasi bencana, hingga pengawasan batas wilayah yang selama ini terkendala geografis.

Guru Besar Departemen Teknik Elektro ITS, Prof Ari Santoso, mengungkapkan bahwa efektivitas sistem bertumpu pada skema siklus tertutup (closed-loop system). Pola ini memungkinkan setiap wahana membaca data lingkungan secara mandiri, mengambil keputusan navigasi, dan merespons gangguan seperti arus laut atau angin kencang secara simultan.

"Laut Indonesia bukan sekadar batas wilayah, melainkan ruang ekonomi, energi, data, dan kedaulatan," ujar Ari di Surabaya, Jumat (7/8/2026).

Dalam pembagian tugasnya, AUV difokuskan pada pemetaan terumbu karang dan pemeliharaan infrastruktur kabel listrik atau pipa migas bawah laut. Sementara USV beroperasi di permukaan air sebagai stasiun pemantau sekaligus penghubung komunikasi, disempurnakan oleh UAV yang memperluas jangkauan pemantauan dari udara.

Sistem otonom terpadu ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan pada alat impor sekaligus mendorong kemandirian teknologi nasional dalam menjaga kedaulatan wilayah maritim Indonesia.

Editor : Alim Kusuma