Senin, 21 Sep 2026 18:34 WIB

Anggota DPR Adela Kanasya Bawa Aspirasi Warga Sidoarjo ke Senayan

Anggota DPR RI Adela Kanasya Adies menyerap aspirasi 500 relawan Sidoarjo terkait pembenahan sektor pendidikan dan ekonomi kreatif. INPhoto/Tim Media
Anggota DPR RI Adela Kanasya Adies menyerap aspirasi 500 relawan Sidoarjo terkait pembenahan sektor pendidikan dan ekonomi kreatif. INPhoto/Tim Media

SIDOARJO, INFONEWS.ID - Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies memetakan sejumlah persoalan krusial wilayah Jawa Timur I melalui forum dialog bersama 500 relawan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Minggu (21/9/2026). Sektor pendidikan, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan sarana olahraga menjadi isu utama yang disuarakan konstituen.

Masukan masyarakat yang dihimpun dari Kecamatan Tulangan, Prambon, Krembung, dan Wonoayu tersebut bakal disaring sebagai bahan prioritas pembahasan di tingkat pusat. Adela menekankan, pengelompokan masalah secara rinci menjadi langkah awal agar tindak lanjut kebijakan tepat sasaran.

"Keluhan dan kebutuhan warga di lapangan harus terdengar langsung. Setiap poin yang masuk dalam ranah Komisi X akan kami klasifikasikan untuk diperjuangkan melalui jalur legislatif," tegas legislator Fraksi Partai Golkar itu, Senin (22/9/2026).

Menurut legislator yang mewakili daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo ini, pengawasan program pusat di daerah memerlukan pengawalan berkelanjutan. Keberadaan saluran komunikasi yang terbuka antara warga dan legislator menjadi penentu agar penyaluran bantuan maupun penyusunan anggaran menjawab kebutuhan nyata di tingkat akar rumput.

"Komunikasi dua arah ini kunci. Kami berharap warga terus aktif menyampaikan dinamika di daerah agar penyelesaian masalah bisa kami kawal optimal di Senayan," ujarnya.

Langkah penyerapan aspirasi tersebut mendapat sokongan dari struktur legislatif daerah. Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi menilai, penyelesaian tantangan di daerah memerlukan sinkronisasi kerja antara DPRD kabupaten, DPRD provinsi, hingga DPR RI.

Adam, yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, menegaskan hasil tatap muka dari empat kecamatan itu tidak boleh berhenti pada ruang dialog belaka. Rekomendasi warga harus dikawal hingga melahirkan eksekusi program konkret.

"Kami di tingkat daerah memetakan keluhan yang bisa diselesaikan lewat kewenangan provinsi atau kabupaten. Sementara isu yang membutuhkan kebijakan atau anggaran nasional diprioritaskan oleh Mbak Adela di tingkat pusat," kata Adam.

Melalui pembagian peran yang terukur ini, pembenahan fasilitas pendidikan publik serta perluasan akses modal bagi pelaku ekonomi kreatif di Sidoarjo diharapkan dapat terealisasi lebih cepat.

Editor : Alim Kusuma