Senin, 17 Agu 2026 18:36 WIB

Muktamar ke-35 NU, Kampung Literasi Gang Aufa Siapkan Buku dan Kuliner

Kampung Literasi Gang Aufa hadir di Muktamar ke-35 NU di Jombang dengan buku, diskusi, budaya, dan UMKM lokal untuk muktamirin. INPhoto/Media Center
Kampung Literasi Gang Aufa hadir di Muktamar ke-35 NU di Jombang dengan buku, diskusi, budaya, dan UMKM lokal untuk muktamirin. INPhoto/Media Center

JOMBANG, INFONEWS.ID - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi arena musyawarah warga Nahdliyin. Para muktamirin juga bisa menikmati ruang literasi, diskusi, budaya, dan kuliner lokal di Kampung Literasi Gang Aufa.

Lokasinya berada di sebelah barat kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Secara administratif, kawasan tersebut berada di RT 01, Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang.

Kampung Literasi Gang Aufa digagas warga setempat bersama Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang. Konsepnya dibuat sebagai ruang terbuka yang memadukan kegiatan literasi dengan aktivitas budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Kampung Literasi Gang Aufa, Andri Widiyansyah, mengatakan kawasan tersebut disiapkan untuk menyambut muktamirin maupun masyarakat umum.

"Kampung Literasi hadir untuk memberikan kenyamanan bagi para muktamirin dan masyarakat umum yang ingin mengoleksi buku-buku pilihan sebagai kenang-kenangan menghadiri Muktamar ke-35 NU," kata Andri kepada Tambakberas.id, Senin (17/8/2026).

Pengunjung yang ingin mencari buku mendapat banyak pilihan. Panitia menggandeng belasan penerbit dari berbagai daerah untuk menghadirkan buku dengan beragam tema.

Koleksinya mencakup buku pengetahuan umum, literatur keislaman, hingga buku yang membahas sejarah dan pemikiran Nahdlatul Ulama.

Kampung Literasi juga menjadi tempat berlangsungnya diskusi dan bedah buku. Sejumlah agenda keilmuan disiapkan secara intensif selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla H. Djoenoes Gang Aufa dengan melibatkan lembaga, penerbit, aktivis, serta sejumlah penulis.

Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya datang untuk membeli buku. Mereka juga dapat mengikuti diskusi dan bertukar gagasan di tengah rangkaian Muktamar NU.

Kegiatan Kampung Literasi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal. Puluhan UMKM dan pedagang di sepanjang Gang Aufa ikut menjajakan produk mereka kepada para pengunjung.

Beragam kuliner khas Jombang tersedia di kawasan tersebut. Kehadiran pedagang lokal sekaligus memberi kesempatan bagi warga sekitar untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari ramainya muktamirin dan pengunjung.

Kolaborasi antara kegiatan literasi dan UMKM menjadi salah satu daya tarik Kampung Literasi Gang Aufa. Ruang tersebut tidak hanya menghadirkan buku dan diskusi, tetapi juga membuka interaksi langsung antara pengunjung dengan masyarakat setempat.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat menghadirkan Muktamar ke-35 NU yang tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga memberi ruang bagi pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Kampung Literasi Gang Aufa pun diharapkan menjadi salah satu titik yang memperkaya pengalaman muktamirin selama berada di kawasan Tambakberas, sekaligus memperkenalkan potensi literasi dan ekonomi kreatif masyarakat Jombang.

Editor : Alim Kusuma