Kamis, 01 Okt 2026 17:09 WIB

PLN Nusantara Power Perkuat Akses Pendanaan Global, Jadikan Modal Utama Kemitraan Internasional

PLN Nusantara Power Group berbagi pengalaman di talkshow “Investing Beyond Borders Different Cultures, One Shared Goa_ l” di gelaran Electricity Connect 2026 (IN/PHOTO: HUMAS)
PLN Nusantara Power Group berbagi pengalaman di talkshow “Investing Beyond Borders Different Cultures, One Shared Goa_ l” di gelaran Electricity Connect 2026 (IN/PHOTO: HUMAS)

JAKARTA, INFONews.ID — Membangun pembangkit listrik di era transisi energi membutuhkan modal besar sekaligus kemampuan mengelola kolaborasi lintas negara. Bagi  PLN Nusantara Power (PLN NP), kemitraan global bukan sekadar membuka akses pendanaan, tetapi juga mempertemukan kekuatan, pengalaman, teknologi, dan perspektif yang berbeda untuk menciptakan proyek energi yang bernilai jangka panjang.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembelajaran yang dibagikan PLN Nusantara Power Group dalam _mini talksho_ w _“Investing Beyond Borders – Different Cultures, One Shared Goa_ l” di gelaran Electricity Connect 2026, 23 September lalu.

Forum tersebut menghadirkan Adrian Akbar Untoro - Portfolio Managemnet Manager   PLN Nusantara Renewables (PLN NR), Renata Adriani  - Senior  Manager Asset Management Sembcorp Industries Ltd., serta Teng Yue -  Management Partner PT Shenhua Guohua Jawa Bali (SGPJB). Ketiganya berbagi pengalaman membangun proyek energi melalui kemitraan Indonesia dengan mitra internasional.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power, Dwi Hartono, mengatakan kolaborasi global menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan bisnis PLN NP, terutama untuk menghadirkan sumber daya dan kapabilitas yang dibutuhkan dalam pengembangan proyek energi berskala besar.

“Pendanaan global bagi kami bukan semata-mata tentang mencari sumber modal, tetapi bagaimana membangun kemitraan yang mampu menggabungkan kekuatan masing-masing pihak. Ketika modal, teknologi, pengalaman, dan pemahaman terhadap konteks lokal bertemu, proyek dapat memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan.”

Menurut Dwi, PLN NP terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik untuk pengembangan energi baru terbarukan maupun bisnis ketenagalistrikan lainnya. Melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables, PLN NP telah mengembangkan sejumlah proyek bersama mitra global, antara lain PLTS IKN, PLTS Terapung Cirata, dan PLTU Jawa 7.

PLTS IKN menjadi salah satu contoh bagaimana keahlian lokal dan pengalaman internasional dipadukan dalam sebuah proyek energi bersih. Proyek berkapasitas 50 MW tersebut dikembangkan melalui sinergi anak perusahaan PLN Nusantara Power dan PT Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE), perusahaan patungan PLN Nusantara Renewables dan Sembcorp Utilities Pte. Ltd.

Dalam diskusi Electricity Connect 2026, para pembicara menekankan bahwa keberhasilan kemitraan internasional tidak hanya ditentukan oleh struktur investasi. Kepercayaan ( _trust)_ , tata kelola yang jelas, transparansi, serta kesamaan tujuan justru menjadi fondasi penting agar perbedaan budaya dan cara kerja tidak menjadi hambatan.

Adrian Akbar Untoro dari  PLN Nusantara Renewables mengatakan, dalam sebuah proyek bersama, kesamaan tujuan menjadi titik awal untuk menyatukan berbagai kepentingan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun komunikasi dan hubungan dengan mitra. Hal yang paling mendasar adalah membangun kepercayaan. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, komunikasi ketika ada permasalahan akan lebih mudah sehingga target kedua pemegang saham dapat tercapai.”

Menurut Adrian, struktur perusahaan patungan atau _special purpose company_ juga membantu seluruh pihak menyatukan fokus karena sejak awal memiliki tujuan proyek yang jelas, mulai dari penyelesaian pembangunan hingga pengoperasian pembangkit sesuai masa perjanjian jual beli listrik.

Pengalaman serupa disampaikan Renata Adriani. Menurutnya, saling menghormati dan menggabungkan keahlian masing-masing pihak menjadi kunci untuk mencapai target bersama.

“Kami menggabungkan keahlian dan kekuatan masing-masing perusahaan, sekaligus membangun komitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan mengutamakan keselamatan. Daripada berjalan berlawanan, kami memilih beradaptasi, bekerja bersama, saling menghormati, dan menjaga komunikasi.”

Sementara itu, Teng Yue menilai perbedaan budaya tidak perlu dihilangkan agar sebuah kemitraan dapat berjalan efektif. Justru, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila masing-masing pihak memahami konteks lokal dan menghargai keahlian mitranya.

“Budaya yang berbeda tidak harus dibuat sama untuk mencapai tujuan yang sama. Yang paling penting adalah menghormati konteks lokal, menghargai keahlian masing-masing pihak, serta menyelaraskan kolaborasi dan komitmen sejak awal.”

Menurut Teng, kemitraan yang kuat juga tidak berhenti pada penyelesaian proyek.

“Kemitraan yang kuat bukan hanya tentang menyelesaikan proyek, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.”

Pembelajaran tersebut sejalan dengan pengalaman PLN NP dalam membangun berbagai proyek bersama mitra internasional. Pada PLTU Jawa 7, misalnya, PLN Nusantara Renewables memiliki 30 persen saham di PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB), perusahaan patungan Indonesia-Tiongkok yang mengelola proyek pembangkit tersebut.

Bagi PLN NP, keberagaman mitra dan model kemitraan tersebut menjadi modal penting untuk terus mengembangkan portofolio bisnis sekaligus memperluas akses terhadap teknologi, pengalaman, dan sumber daya global.

“Pada akhirnya, investasi lintas negara bukan hanya tentang financial close atau penyelesaian transaksi. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh pihak memiliki tujuan bersama, tata kelola yang jelas, dan kepercayaan untuk menghadapi tantangan bersama. Itulah yang membuat sebuah kemitraan dapat memberikan nilai dalam jangka panjang,” tutup Dwi.

Dengan pengalaman tersebut, PLN NP terus memosisikan kemitraan global sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis—menghubungkan kapabilitas Indonesia dengan sumber daya, teknologi, dan pengalaman internasional untuk membangun ekosistem energi yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.(*)

Narahubung:

Sondang Oinike

Vice President Corporate Communication & CSR

PT PLN Nusantara Power

Telp. 031 8283180 

_Sekilas Tentang PT PLN Nusantara Power_

_PT PLN Nusantara Power adalah Subholding dari PT PLN (Persero) yang senantiasa mengabdikan diri untuk bangsa dan negara Indonesia, serta mendorong perkembangan perekonomian nasional dengan menyediakan energi listrik yang bermutu tinggi, andal dan ramah lingkungan. PT PLN Nusantara Power telah mengelola pembangkit di seluruh Indonesia dengan total kapasitas sebesar 18.573 MW. Dengan visi menjadi Perusahaan Pembangkitan  yang Terdepan dan Terpercaya untuk Energi Berkelanjutan di Indonesia dan Pasar Global, PT PLN Nusantara Power mendedikasikan dirinya untuk mencapai Net Zero Emission melalui pengembangan lebih dari 6.3 GW energi baru terbarukan dan menjadi pioner pembangkit hijau di seluruh Indonesia. PT PLN Nusantara Power tiada henti berbenah dan melakukan inovasi dengan tetap berpegang pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG_

Editor : Tudji Martudji