SURABAYA, INFONEWS.ID - Sebanyak 300 kepala sekolah dari tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP di Kota Surabaya berkumpul dalam agenda sosialisasi pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran dana BOSP berjalan akuntabel dan tepat sasaran.
Anggota Komisi X DPR RI, Adela Kanasya Adies, mengingatkan para pengelola sekolah agar cermat serta memahami regulasi peruntukan anggaran.
Menurutnya, pemahaman mendalam atas tata kelola keuangan menjadi modal utama agar alokasi dana pendidikan berdampak langsung pada mutu pembelajaran.
"Penggunaan anggaran BOSP harus dilakukan secara bijak dan tepat sasaran. Kepala sekolah perlu memahami aturan dan peruntukannya agar anggaran yang tersedia benar-benar mendukung proses pendidikan," ujar Adela di Surabaya.
Selain memberikan arahan, legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut memanfaatkan forum ini untuk menyerap berbagai masalah operasional yang dihadapi tenaga pendidik.
Aspirasi yang terkumpul akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sinergi penataan anggaran ini mendapat dukungan penuh dari Kemendikdasmen. Widyaprada Ahli Utama Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Abdul Halim, menilai transparansi pemanfaatan dana BOSP krusial guna mengeliminasi potensi penyimpangan di tingkat satuan pendidikan.
"Pemahaman yang mendalam mengenai prinsip bijak dalam penggunaan Dana BOS Pendidikan sangat krusial agar pengelolaan anggaran tepat sasaran, transparan, dan akuntabel demi kemajuan kualitas pendidikan anak bangsa," kata Abdul Halim.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyambut positif ruang dialog lintas lembaga ini. Ketua Tim Kerja Kurikulum Pendidikan Dasar Dindik Surabaya, Atiko, berharap komunikasi intensif antara DPR, kementerian, dan pemerintah daerah bisa menghadirkan solusi konkret bagi tantangan pendidikan di lapangan.
"Terima kasih kepada Bu Adela yang sudah mau mendengarkan aspirasi kepala sekolah untuk mengembangkan pendidikan di Kota Surabaya. Semoga aspirasi dari para kepala sekolah bisa diperjuangkan di DPR RI bersama Mendikdasmen," tutur Atiko.
Editor : Alim Kusuma