Selasa, 15 Sep 2026 21:14 WIB

Pelindo Marine Latih Perajin Batik Eks-Dolly Hadapi Era Industri 5.0

Pendampingan perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya (IN/PHOTO: HUMAS
Pendampingan perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya (IN/PHOTO: HUMAS

BANTUL, INFONews.ID – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) menggelar pelatihan dan pendampingan bagi perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya. Kegiatan berlangsung pada 11–13 September 2026 di Hotwax Studio, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama seniman batik modern Bayu Aria Widhi Kristanto.

Program ini memperkuat keterampilan teknik dasar membatik, pemanfaatan pewarna alami, pengembangan desain, serta strategi pemasaran berbasis teknologi. Tujuannya memperluas peluang usaha dan meningkatkan daya saing produk batik di pasar yang terus berubah.

Lia Indi Agustiana, Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service, menyatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Program TJSL Prioritas UMKM “Batik Maritim Surabaya”. Program kolaborasi dengan perajin Batik Kriya Punden sebelumnya meraih penghargaan di ajang Pelindo TJSL Award.

“Keberhasilan program ini membuktikan bahwa perajin Batik Kriya Punden memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, kami terus menghadirkan program lanjutan guna memperkuat kemandirian, meningkatkan daya saing, dan mendorong keberlanjutan usaha mereka,” kata Lia.

Bayu Aria Widhi Kristanto, seniman batik modern sekaligus pendiri Hotwax Studio, menilai para perajin sudah memiliki fondasi yang baik. Melalui workshop, mereka dibekali penguatan teknik, pemanfaatan pewarna alami, pengembangan desain, dan strategi pemasaran berbasis teknologi.

“Perajin Batik Kriya Punden telah memiliki fondasi yang baik. Kami ingin memperkaya wawasan mereka agar mampu memadukan kreativitas, nilai budaya, dan teknologi sehingga batik yang dihasilkan semakin berdaya saing di era Industri 5.0,” ujar Bayu.

Mastukah, salah satu perajin Batik Kriya Punden, mengatakan mendapat banyak inspirasi baru. “Saya jadi memiliki banyak referensi baru untuk pengembangan desain maupun pemasaran. Banyak masukan dan metode observasi yang ingin saya praktikkan ketika kembali ke Surabaya. Harapan saya, Batik Kriya Punden dapat semakin dikenal luas, bahkan mampu menembus pasar internasional,” ungkapnya.

Mulyadi Gunawan (Pengky), Operator Layanan Operasional Rumah Kreatif Batik Putat Jaya di Dolly, menambahkan bahwa interaksi dengan seniman dan pelaku industri batik di Yogyakarta membuka wawasan baru. “Kegiatan ini membuka wawasan saya tentang luasnya peluang pengembangan batik. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan kami bagikan kepada para perajin lainnya agar dapat berkembang bersama,” katanya.

Pelindo Marine menyatakan akan melanjutkan pengembangan usaha mikro dan kecil binaan melalui Program TJSL yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, inovasi, kemandirian, dan keberlanjutan usaha. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kemampuan pelaku usaha menciptakan produk bernilai tambah sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

PT Pelindo Marine Service merupakan bagian dari grup usaha BUMN Pelabuhan Indonesia yang bergerak di bidang pelayanan jasa kapal, meliputi jasa penundaan kapal, operasional kapal pandu, tug-assist offshore, perbaikan kapal, dan keagenan kapal. Perusahaan memiliki dua anak usaha, yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya dan PT Pelindo Energi Logistik.

Editor : Tudji Martudji