Selasa, 17 Feb 2026 01:21 WIB

38 Rumah Warga di Kabupaten Takalar Rusak Diterjang Puting Beliung

Angin Puting Beliung terjang rumah warga di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan (Foto: IN/ist)
Angin Puting Beliung terjang rumah warga di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Jakarta - Angin puting beliung yang terjadi pada Minggu (12/6) di Desa Rewataya, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan menyebabkan 38 rumah warga rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar mencatat sebanyak 8 unit rumah rusak berat dan 30 unit lainnya rusak ringan. Selain rumah, 3 unit gudang penyimpanan rumput laut dan 1 gedung fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan.

"Sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada bagian atap yang rata-rata terbuat dari bahan seng. BPBD melaporkan 8 KK yang rumahnya rusak berat mengungsi ke kerabat terdekat," tulis Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam rilisnya, Rabu (15/6/2022).

BPBD Kabupaten Takalar berkoordinasi dengan aparat desa dan TNI/Polri untuk melakukan asesmen lanjutan pasca terjadinya angin puting beliung. Termasuk mengirimkan bantuan logistik darurat kepada 38 keluarga terdampak.

Hingga 3 hari kedepan, Provinsi Sulawesi Selatan berpotensi mengalami cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan puting beliung. Sementara untuk di Kabupaten Takalar berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.

Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan sebagian besar wiayah mengalami awal musim kemarau pada bulan April hingga Juni 2022.

Meskipun begitu, beberapa wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan disertai angin kencang yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi basah.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya cuaca ekstrem terlebih dengan adanya peralihan musim yang dapat menimbulkan fenomena angin kencang atau angin puting beliung.

Perangkat daerah setempat dapat melakukan pemotongan dahan, ranting maupun material pohon yang rimbun guna meminimalisir potensi pohon tumbang serta memberikan informasi peringatan dini kepada warga. Masyarakat juga dapat memantau prakiraan cuaca melalui laman BMKG dan mengetahui potensi bencana yang ada di sekitar tempat tinggal melalui inaRisk. (inf/rls/red)

Editor : Tudji Martudji