SURABAYA, INFONEWS.ID - Ribuan anggota Pramuka dari Kecamatan Sukolilo menciptakan momen yang tak hanya memecahkan rekor nasional, tetapi juga menyisakan suasana haru bagi para orang tua yang hadir di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Sabtu (20/6).
Sebanyak 1.352 peserta mengikuti pelantikan Pramuka Garuda tingkat Siaga, Penggalang, dan Penegak. Dalam kesempatan tersebut, mereka berhasil mencatatkan dua Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pembasuhan kaki orang tua secara massal dan peragaan semafor yang dilakukan serentak.
Baca juga: Dies Natalis ke-45 Unitomo, Ribuan Anggota PMR Asah Ketangkasan dan Kepemimpinan
Kegiatan bertajuk "Surabaya Hebat, Indonesia Kuat" itu dihadiri unsur Forkopimka, pengurus Gerakan Pramuka, pimpinan Unitomo, kepala sekolah, pembina, serta ratusan wali murid.
Prosesi pembasuhan kaki menjadi bagian yang paling menyita perhatian. Ribuan peserta bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas kasih sayang dan pengorbanan selama ini.
Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Sukolilo, M. Ishaq, mengatakan keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam membangun karakter generasi muda.
"Kami melihat semangat luar biasa dari para peserta dan orang tua yang mendampingi sejak pagi. Pendidikan karakter tidak cukup dilakukan di sekolah atau organisasi, tetapi membutuhkan dukungan keluarga. Pramuka Garuda diharapkan menjadi teladan yang mampu menunjukkan prestasi sekaligus mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Menurut Ishaq, pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Baca juga: Wismilak Cetak Rekor MURI Lewat Kretek Slim Klik Pertama di Indonesia
Data panitia mencatat, peserta yang dilantik terdiri dari 506 Pramuka Siaga, 729 Pramuka Penggalang, dan 117 Pramuka Penegak.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Promosi dan Kemahasiswaan Unitomo, Dr. Ir. Suyanto, M.E., M.M., menilai Gerakan Pramuka tetap relevan sebagai sarana pembentukan kepribadian generasi muda di tengah perkembangan zaman.
"Melalui kegiatan kepramukaan, anak-anak belajar menghormati orang tua, membangun disiplin, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga persatuan. Bekal seperti itu sangat dibutuhkan untuk melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan," katanya.
Baca juga: Aturan Main Perbankan Digital Berisiko Rugikan Konsumen
Ia menambahkan, pencapaian rekor hanyalah hasil dari semangat kebersamaan yang terbangun selama proses kegiatan berlangsung.
Selain rekor pembasuhan kaki orang tua oleh anggota Pramuka terbanyak, peserta juga sukses menorehkan Rekor MURI melalui peragaan semafor massal. Dua pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat dikemas secara menarik sekaligus memberi pengalaman yang membekas bagi generasi muda.
Bagi para peserta, hari itu bukan sekadar seremoni pelantikan. Mereka pulang dengan pelajaran tentang penghormatan kepada orang tua, kebersamaan, dan tanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan.
Editor : Alim Kusuma