Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo, Siap Bubarkan Acara

Reporter : Alim Kusuma
Aliansi Pemuda Jawa Timur menyampaikan sikap boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto di Surabaya, Minggu (14/6/2026). iNPhoto/APJT

SURABAYA, INFONEWS.ID - Aliansi Pemuda Jawa Timur (APJT) menyatakan sikap tegas terhadap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Organisasi kepemudaan tersebut mengumumkan boikot terhadap Tiyo dan mengancam membubarkan setiap kegiatan yang melibatkannya di wilayah Jawa Timur.

Ketua APJT, Sulaiman Darwis, menilai sejumlah pernyataan Tiyo mengenai Presiden Prabowo Subianto telah melampaui batas kritik dan masuk dalam kategori penghinaan terhadap kepala negara.

Baca juga: Ditangkapnya Pimpinan BGN, Prabowo yang Bersedih dan Keperluan Tata Kelola Kelas Dunia

"Tiyo sudah melecehkan Presiden sebagai simbol negara. Tindakannya tidak beradab. Karena itu kami memboikot keberadaannya di Jawa Timur. Jika tetap datang dan menggelar kegiatan, kami akan membubarkannya," kata Darwis dalam keterangan yang diterima, Minggu (14/6/2026).

Darwis menegaskan APJT tidak mempersoalkan kritik terhadap pemerintah selama disampaikan dalam koridor etika dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat. 

Menurutnya, ruang demokrasi tetap harus dijaga, namun tidak boleh digunakan untuk melontarkan kata-kata yang dianggap merendahkan martabat seseorang.

"Kritik terhadap Presiden adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun ketika kritik berubah menjadi penghinaan dan pelecehan, tentu banyak pihak yang merasa tersinggung dan tidak dapat menerimanya," ujarnya.

Baca juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Ia menyebut reaksi keras yang muncul dari anggota APJT merupakan bentuk kekecewaan terhadap pernyataan Tiyo yang dinilai tidak pantas disampaikan kepada publik.

Darwis mengaku telah menerima banyak aspirasi dari anggota dan simpatisan APJT yang merasa marah atas pernyataan tersebut. 

Menurutnya, kemarahan itu muncul karena Presiden Prabowo merupakan pemimpin yang mereka dukung dalam pemilihan presiden.

Baca juga: Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

"Saya berusaha meredam emosi teman-teman di bawah. Namun mereka merasa keberatan karena Presiden yang mereka pilih dan dukung mendapat perlakuan yang dianggap tidak menghormati jabatan kepala negara," katanya.

Darwis menilai reaksi masyarakat terhadap pernyataan seorang tokoh publik merupakan konsekuensi yang harus diterima ketika kritik disampaikan dengan cara yang dianggap menyerang secara personal.

"Siapa yang tidak marah ketika pemimpinnya dihina? Kemarahan yang muncul merupakan respons atas apa yang disampaikan Tiyo," ujar Darwis.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru