Selasa, 28 Jul 2026 19:54 WIB

Bisnis AI Tumbuh, Indosat Bukukan Laba Bersih Rp3,2 Triliun

PT Indosat Tbk catat pendapatan Rp30,7 triliun pada semester I 2026. Pertumbuhan double digit ini didorong akselerasi transformasi berbasis AI dan jaringan. INPhoto/IOH
PT Indosat Tbk catat pendapatan Rp30,7 triliun pada semester I 2026. Pertumbuhan double digit ini didorong akselerasi transformasi berbasis AI dan jaringan. INPhoto/IOH

SURABAYA, INFONEWS.ID - PT Indosat Tbk membukukan kinerja keuangan yang agresif pada paruh pertama 2026. Lonjakan pendapatan ini ditopang oleh percepatan transformasi kecerdasan buatan serta perluasan jangkauan jaringan telekomunikasi hingga pelosok daerah.

Emiten berkode saham ISAT tersebut meraup pendapatan Rp30,7 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka itu melesat 13,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih dinormalisasi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk ikut meroket 49,2% menjadi Rp3,2 triliun. Pencapaian ini didukung disiplin pengelolaan biaya serta efisiensi operasional perusahaan.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menjelaskan bahwa strategi berbasis AI menjadi motor utama pendongkrak nilai jangka panjang perusahaan.

"Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi transformasi berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif," ujar Vikram, Selasa (28/7).

Integrasi teknologi cerdas kini semakin mendominasi pengalaman digital pelanggan sehari-hari. Melalui fitur pengaman seperti Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express, Indosat mencatat kenaikan trafik data sebesar 19,9%.

Dampaknya, Average Revenue Per User (ARPU) terkerek naik 17,3% menjadi Rp46.000. Total basis pelanggan seluler nasional kini mencapai 93,4 juta.

Ekspansi agresif juga terlihat di kawasan regional, salah satunya Jawa Timur. EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, mengungkapkan bahwa wilayahnya sukses menopang lebih dari 14 juta pelanggan.

Pencapaian tersebut ditopang program "Desa Terkoneksi" yang menyasar 230 desa. Didukung operasional hampir 25.000 BTS 4G dan 650 BTS 5G, pemanfaatan layanan data di wilayah itu tumbuh 9,6%.

Guna menjaga momentum jangka panjang, Indosat memperkuat struktur modal melalui model bisnis asset-light. Pembentukan PT Infra Fiber Teknologi bersama Arsari Group lewat pengalihan pengelolaan 86.000 kilometer serat optik memberikan fleksibilitas finansial segar senilai Rp11,7 triliun.

Tambahan spektrum 80 MHz di pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz juga disiapkan untuk mengoptimalkan layanan AI Cloud serta penguatan jaringan 5G ke depan.

Editor : Alim Kusuma