SURABAYA, INFONEWS.ID - Jejak peradaban masa lalu kembali dihidupkan di kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya. Ratusan warga yang tergabung dalam ormas kebudayaan Arek Arek Nusantara bersama Komunitas Pemuda Independent (KOPI) menggelar ritual tahunan Bekti Desa di punden Eyang Kapiludin, Jalan Jarak, Putat Jaya, Senin (27/7).
Agenda sakral ini merupakan bentuk sujud syukur masyarakat kepada para leluhur yang telah merintis peradaban kampung. Melalui tradisi tersebut, warga mengenang jasa pendahulu yang memungkinkan generasi saat ini hidup, bekerja, dan menikmati kesejahteraan di tanah Surabaya.
"Kegiatan ini wujud rasa syukur atas kehidupan yang diwariskan para leluhur yang membangun peradaban desa awal," kata Juru Bicara Arek Arek Nusantara, Ki Ageng Kinco atau yang populer disapa Pokemon
Prosesi ritual berlangsung khidmat dengan doa bersama dan tembang macapat berbahasa Jawa. Pemilihan tembang tersebut merujuk pada akar sejarah Kapitayan yang kini menjadi landasan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Komunitas kultural ini berkomitmen menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman. Generasi muda didorong untuk mengenali simbol-simbol sejarah atau tetenger kampung halaman mereka.
Di sisi lain, komunitas menyambut positif langkah pemerintah yang menetapkan Hari Raya Lahir Penghayat Kepercayaan pada 13 Juli lalu. Pengakuan negara ini dinilai memperkuat posisi warga penghayat dalam merawat kebhinekaan.
Melalui tradisi Bekti Desa, warga berharap nilai-nilai luhur budaya Nusantara terus hidup di tengah masyarakat modern. Semangat menjaga harmoni alam dan sesama manusia menjadi pesan utama yang digaungkan dari tanah Dolly.
Editor : Alim Kusuma