PONOROGO, iNFONews.ID - Empat dekade perjalanan RSU Muslimat Ponorogo kini memasuki babak baru yang lebih ambisius. Kehadiran gedung tujuh lantai yang dinamai KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi menjadi simbol transformasi fasilitas kesehatan di wilayah Bumi Reog, Sabtu (4/4/2026).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni gunting pita biasa. Di atas panggung, hadir tokoh-tokoh kunci mulai dari Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Mensos RI Saifullah Yusuf, hingga Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.
Baca juga: KEK Tembakau Madura: Harisandi Savari Desak Pusat Segera Beri Keputusan
Mereka memberikan sinyal kuat bahwa Ponorogo kini sedang dipersiapkan menjadi salah satu titik tumpu kesehatan nasional.
Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, menegaskan bahwa pemilihan nama Gus Dur memiliki beban moral yang besar.
Ia ingin filosofi sang Bapak Bangsa yang selalu membela kaum kecil dan menjunjung kemanusiaan—mengalir dalam darah setiap tenaga medis di sana.
"Ruh Gus Dur harus hadir di setiap pelayanan. Pasien harus diperlakukan secara adil, tanpa memandang latar belakang, dan tetap menjunjung tinggi inklusivitas," tutur Khofifah.
Namun, Khofifah tidak berhenti pada nilai filosofis. Ia mematok target tinggi agar RSU Muslimat Ponorogo naik kelas menjadi center of excellence. Fokusnya spesifik: menjadi rujukan utama layanan ibu dan anak, serta bertransformasi menjadi episentrum layanan infertilitas bagi pasangan di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Baca juga: Aturan Baru ASN Jatim, Wajib Kerja dari Rumah Tiap Rabu
Gebrakan ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, mengakui bahwa penguatan fasilitas kesehatan seperti ini adalah langkah konkret untuk memperkuat peran perempuan dan memastikan kesehatan keluarga terjaga sejak dari rahim.
Pembangunan gedung megah ini merupakan hasil keroyokan lintas sektor. Khofifah mengapresiasi dukungan Prof. Mohammad Nuh serta keterlibatan lembaga keuangan seperti Bank Mega Syariah, LAZISNU, hingga Bank Jatim. Sinergi ini juga membawa bantuan nyata berupa unit ambulans baru hingga kursi tunggu pasien yang lebih nyaman.
Uniknya, peresmian ini juga menyisipkan pesan lingkungan dan perdamaian. Penyerahan 100 bibit tanaman buah menjadi pengingat bahwa layanan umat tidak boleh melupakan kelestarian alam.
Baca juga: Khofifah Boyong Cucu Berburu Bandeng Raksasa di Tradisi Tahunan Gresik
Bahkan, dari sudut Ponorogo, Khofifah menyuarakan desakan kepada PBB agar segera menghentikan konflik bersenjata di berbagai belahan dunia.
"Dari rumah sakit ini, kita kirimkan pesan kepada dunia. Perempuan harus bersatu mendesak perdamaian, karena dari rahim merekalah generasi masa depan lahir," tegasnya.
Di hari yang sama, Khofifah juga meresmikan kantor PC Muslimat NU Ponorogo. Langkah maraton ini semakin mengukuhkan posisi Muslimat NU bukan lagi sekadar organisasi pengajian, melainkan kekuatan ekonomi dan sosial yang mampu membangun infrastruktur nyata bagi masyarakat luas.
Editor : Alim Kusuma