BLITAR, iNFONews.ID - Menghadapi fluktuasi harga bahan pokok yang kerap mencekik kantong rumah tangga, anggota DPRD Jawa Timur, H. Ahmad Tamim, menawarkan solusi konkret bagi masyarakat.
Politisi yang akrab disapa Gus Tamim ini menggerakkan warga untuk mulai membangun kemandirian lewat pertanian greenhouse skala kecil.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Camat, Sekcam, Sekdes Sukseskan Program Strategis Nasional hingga Desa
Langkah ini disosialisasikan di tengah agenda silaturahmi bersama ratusan kader dan tokoh masyarakat di Wisata Edukasi Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Rabu malam (01/04/2026).
Gus Tamim tidak ingin pertemuan tersebut hanya berakhir sebagai seremoni keagamaan, melainkan menjadi titik awal gerakan ekonomi produktif.
"Kami mengajak seluruh kader PKB hingga level RT untuk mulai menanam sayuran, cabai, dan kebutuhan dapur lainnya di pekarangan rumah. Jangan biarkan lahan menganggur," tegas Gus Tamim.
Ia menilai, ketahanan pangan yang sesungguhnya bukan berada di gudang besar, melainkan di lingkungan rumah tangga.
Baca juga: Hari Santri 2025, Santri Balad Grup Gaungkan 'Jihad Ketahanan Pangan' Rumput Laut
Dengan mengoptimalkan lahan sempit menggunakan teknologi greenhouse sederhana, warga bisa memanen hasil bumi tanpa harus pusing dengan perubahan cuaca ekstrem atau serangan hama yang sering merusak tanaman konvensional.
Menurut Gus Tamim, jika setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri, maka gejolak harga di pasar tidak akan menjadi beban yang berat.
"Harapannya, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tetap stabil. Gerakan menanam di rumah ini adalah kontribusi nyata untuk menyokong ketahanan pangan nasional secara mandiri," imbuhnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah: Jatim Siap Lakukan Percepatan Program Prioritas Nasional
Dalam forum tersebut, para peserta tidak hanya mendengar orasi, tetapi juga dibekali materi teknis. Mulai dari cara membangun struktur greenhouse yang murah meriah, pemilihan bibit yang cepat panen, hingga trik perawatan tanaman yang efisien bagi warga yang sibuk.
Gerakan ini mendapat respons positif dari pengurus ranting PKB se-Kabupaten Blitar dan tokoh agama setempat. Inisiatif ini diharapkan mampu mengubah wajah lingkungan di Blitar menjadi lebih hijau sekaligus menjadi penyokong ekonomi keluarga melalui penjualan hasil panen yang berlebih.
Gus Tamim berjanji akan terus mengawal edukasi pertanian ini agar tidak berhenti di atas meja sosialisasi, melainkan benar-benar tumbuh di pekarangan rumah-rumah warga.
Editor : Alim Kusuma