JAKARTA, iNFONews.ID - Penyelenggaraan acara hiburan berskala besar kerap meninggalkan persoalan klasik berupa gunungan limbah yang mengotori area sekitar. Menjawab tantangan tersebut, emiten telekomunikasi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencoba mendobrak kebiasaan lama lewat gelaran XLSMART DAY di ICE BSD, Tangerang.
Mengumpulkan lebih dari 15.000 pengunjung, raksasa teknologi hasil merger ini membuktikan bahwa pesta perayaan korporasi bisa berjalan beriringan dengan misi penyelamatan bumi.
Sepanjang acara berlangsung, manajemen menerapkan sistem pengelolaan limbah terpadu yang memotong rantai pembuangan konvensional. Hasilnya, sebanyak 2.231 kilogram sampah yang diproduksi oleh penonton berhasil diselamatkan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Keberhasilan ini menjadi cetak biru baru bagi industri kreatif dan promotor lokal dalam mengemas festival yang ramah lingkungan.
Dalam mengesekusi target zero waste, XLSMART menggandeng platform pengelolaan limbah Waste4Change. Petugas di lapangan memilah seluruh sisa konsumsi pengunjung sejak dari sumbernya, memisahkan kategori organik, anorganik, hingga plastik penutup wadah.
Sisa makanan dan bahan organik langsung dikirim ke fasilitas pengolahan untuk diubah menjadi pupuk kompos serta pakan ternak. Sementara itu, sekitar 51 persen sampah anorganik dilebur kembali menjadi material baru siap pakai.
Sisa limbah lainnya yang tidak bisa didaur ulang diproses menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk sektor industri.
Lewat skema ini, perusahaan mengklaim telah mengikis potensi pelepasan emisi gas rumah kaca sebesar 4.100 kilogram karbon dioksida ekuivalen.
Masalah limbah tidak berhenti pada pembungkus makanan. XLSMART juga membidik potensi bahaya dari sampah elektronik (e-waste) tersembunyi yang dibawa oleh penonton. Bekerja sama dengan Remind, penyelenggara menyediakan pos khusus drop box untuk menampung perangkat digital yang sudah mati atau rusak.
Inisiatif ini menarik perhatian pengunjung yang sengaja membawa kabel usang, pengisi daya baterai (charger), baterai bekas, hingga telepon genggam yang sudah tidak terpakai dari rumah mereka.
Dari gerakan ini, terkumpul 31 kilogram sampah elektronik dari 22 jenis perangkat berbeda. Pengumpulan yang tercatat secara digital ini diklaim setara dengan memotong emisi beracun sebesar 77,43 kilogram CO₂e.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menjelaskan bahwa mengelola kerumunan belasan ribu orang di dalam satu gedung memiliki kerumitan tinggi, mulai dari pengaturan mobilitas, konsumsi energi, hingga material promosi yang dipakai.
"Pesta perayaan perusahaan harus bisa memberikan dampak nyata yang bisa diukur, bukan sekadar seremonial. Kami merancang sistem pemilahan sejak dari sumber untuk memastikan tidak ada selembar sampah pun yang menumpuk di TPA," ujar Merza dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Edukasi langsung di lokasi acara menjadi pembeda dalam festival ini. Berkolaborasi dengan Jejakin, penyelenggara menyediakan fasilitas carbon calculator interaktif.
Alat digital ini menantang pengunjung untuk menghitung seberapa besar jejak karbon yang mereka hasilkan untuk bisa sampai ke lokasi acara, termasuk jenis kendaraan yang ditumpangi dan pola konsumsi harian mereka.
Sebanyak 189 penonton memanfaatkan fitur ini untuk melihat rapor hijau mereka. Menariknya, 54,5 persen dari total partisipan memilih langsung menebus "dosa emisi" mereka dengan membeli voucer restorasi lingkungan atau carbon offset.
Dana yang terkumpul dari kesadaran publik ini dikonversi untuk mendukung gerakan penanaman sekitar 249 pohon mangrove di pesisir pantai. Total emisi mandiri yang tercatat dari para pengunjung mencapai 2,4 ton CO₂e, sebuah angka yang kini memiliki penawar lewat program penghijauan kembali.
Bagi XLSMART, integrasi program keberlanjutan pasca-merger antara XL Axiata dan Smartfren ini merupakan fondasi untuk membentuk budaya kerja baru. Manajemen berniat menjadikan standardisasi hijau ini sebagai acuan wajib untuk seluruh kegiatan luar ruang perusahaan di masa depan.
"Kami ingin membangun kedekatan dengan pelanggan lewat aksi nyata. Perusahaan yang sukses di masa depan adalah mereka yang mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat dan kelestarian ekosistem di sekitarnya," pungkas Merza.
Editor : Alim Kusuma