Jumat, 10 Jul 2026 01:30 WIB

PT PAL Modernisasi KM Umsini, Tingkatkan Keandalan Sistem Operasional Kapal

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, saat menerima kunjungan Komisaris Utama PT PELNI Soenarko Gatie Atmodjo dan Direktur Utama PT PELNI Budi Setyawan Wijaya di Surabaya. INPhoto/PT PAL
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, saat menerima kunjungan Komisaris Utama PT PELNI Soenarko Gatie Atmodjo dan Direktur Utama PT PELNI Budi Setyawan Wijaya di Surabaya. INPhoto/PT PAL

SURABAYA, INFONEWS.ID - PT PAL Indonesia memperkuat keandalan KM Umsini melalui modernisasi sistem operasional dalam proyek revitalisasi kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). Pembaruan tersebut dilakukan setelah kapal mengalami kebakaran pada 2024 sehingga tidak dapat beroperasi.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, saat menerima kunjungan Komisaris Utama PT PELNI Soenarko Gatie Atmodjo dan Direktur Utama PT PELNI Budi Setyawan Wijaya di Surabaya.

KM Umsini yang mampu mengangkut sekitar 2.000 penumpang saat ini menjalani proses Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di PT PAL. Program tersebut tidak hanya mengembalikan kondisi kapal seperti semula, tetapi juga menghadirkan peningkatan teknologi untuk mendukung operasional yang lebih andal.

Salah satu pembaruan utama dilakukan pada sistem kendali kapal melalui penggunaan Programmable Logic Controller (PLC). Teknologi tersebut berfungsi sebagai pusat pengendali berbagai sistem operasional kapal.

Menurut Diana Rosa, modernisasi ini menggantikan sebagian mekanisme manual dengan sistem otomatis yang didukung aktuator pneumatik sehingga pengoperasian kapal menjadi lebih efisien, presisi, serta memudahkan proses pemeliharaan.

"Peningkatan ini diharapkan mampu mendukung keandalan kapal sekaligus meningkatkan kemudahan perawatan sepanjang siklus operasinya," ujar Diana Rosa.

Ia menjelaskan revitalisasi KM Umsini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena kerusakan akibat kebakaran berdampak pada berbagai sistem kapal. Tim PT PAL harus melakukan asesmen menyeluruh, merekonstruksi sejumlah sistem, hingga menjalankan serangkaian pengujian sebelum kapal dinyatakan laik beroperasi.

Meski menghadapi tantangan teknis, PT PAL terus mempercepat penyelesaian pekerjaan melalui transformasi proses kerja dan kolaborasi lintas disiplin tanpa mengurangi standar kualitas.

"Setiap tahapan perbaikan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kenyamanan sehingga saat KM Umsini kembali berlayar, masyarakat dapat menikmati transportasi antarpulau yang aman, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan pelayaran," katanya.

Direktur Utama PT PELNI, Budi Setyawan Wijaya, mengapresiasi proses revitalisasi yang dilakukan PT PAL. Menurutnya, perusahaan galangan kapal pelat merah tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung kesiapan armada PELNI.

"Kami berharap peran PT PAL sebagai backbone industri perkapalan nasional terus diperkuat. Perbaikan KM Umsini menjadi awal yang baik untuk memperkuat kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Budi.

Setelah kembali beroperasi, KM Umsini diharapkan memperkuat konektivitas antarpulau, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kehadiran kapal tersebut juga dinilai akan mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi logistik di berbagai wilayah yang dilayaninya.

Editor : Alim Kusuma