SURABAYA, INFONEWS.ID - Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Sten Fridmodt Nielsen, memuji perkembangan kapabilitas PT PAL Indonesia yang dinilainya telah menjelma menjadi salah satu simbol teknologi terdepan di Tanah Air. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan resmi delegasi Kerajaan Denmark ke galangan kapal nasional itu di Surabaya, Selasa (23/6).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Denmark di sektor maritim sekaligus menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang perkapalan, teknologi, dan pengembangan industri.
“Denmark merasa sangat bangga apabila keahlian dan teknologi maritim kami nantinya mendapat kesempatan untuk mendukung serta menjadi bagian dari produk-produk luar biasa yang dikembangkan di sini,” kata Nielsen.
Delegasi Denmark yang terdiri dari perwakilan diplomatik dan pelaku industri maritim berkesempatan melihat langsung fasilitas produksi PT PAL Indonesia. Mereka juga meninjau sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan kapal perang Landing Dock (LD) Philippines #1 pesanan Angkatan Laut Filipina. Kapal tersebut dijadwalkan memasuki tahap peluncuran pada akhir Juni 2026.
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, mengatakan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Denmark telah terjalin cukup lama, khususnya dalam bidang teknologi perkapalan.
Menurutnya, salah satu contoh nyata kolaborasi tersebut terlihat pada pemanfaatan desain frigat kelas Iver Huitfeldt yang dikembangkan OMT Denmark sebagai dasar proyek Arrowhead 140.
Melalui proses rekayasa lanjutan dan penguasaan teknologi, PT PAL kemudian mengembangkan desain tersebut menjadi Frigat Merah Putih yang disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan Indonesia.
“Hubungan kerja sama kita telah berkembang jauh melampaui desain kapal. Sejumlah komponen penting pada produk kapal yang kami bangun juga menggunakan teknologi asal Denmark. Kami berharap kunjungan hari ini semakin mempererat persahabatan sekaligus membuka peluang kolaborasi dan inovasi yang lebih luas pada masa mendatang,” ujar Briljan.
Kunjungan tersebut memperlihatkan semakin eratnya hubungan kedua negara dalam pengembangan industri maritim.
Selain memperkuat transfer teknologi, kolaborasi yang terjalin juga berpotensi mendorong peningkatan kapabilitas industri perkapalan nasional dan memperkuat ekosistem maritim Indonesia di tingkat global.
Editor : Alim Kusuma