JAKARTA, INFONEWS.ID - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia meluncurkan XLSMART Future Ready, sebuah ekosistem pengembangan talenta digital yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi angkatan kerja Indonesia.
Program tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang menguasai keterampilan digital.
Berbagai kajian menunjukkan sekitar 90 persen pekerjaan masa depan membutuhkan kemampuan digital dasar, sementara banyak perusahaan masih kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Berbeda dari program pelatihan konvensional, Future Ready menawarkan alur pengembangan yang terintegrasi.
Peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran digital, tetapi juga memperoleh sertifikasi kompetensi, pendampingan dari praktisi industri, kesempatan magang, hingga akses ke peluang kerja melalui jaringan mitra perusahaan.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, menyambut baik kolaborasi tersebut.
Menurutnya, perubahan dunia kerja hanya dapat dijawab melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Future Ready tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas menuju dunia kerja melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri. Pendekatan seperti ini sangat relevan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini," ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan lebih banyak talenta digital yang adaptif dan kompetitif sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan jaringan telekomunikasi.
"Investasi pada infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan investasi pada pengembangan talenta. Infrastruktur tanpa sumber daya manusia yang siap memanfaatkan teknologi tidak akan menghasilkan transformasi digital yang optimal," katanya.
Rajeev menilai Indonesia telah memiliki banyak program pelatihan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah menghubungkan hasil pembelajaran dengan peluang kerja yang nyata.
Karena itu, Future Ready dikembangkan sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menghubungkan proses belajar hingga memperoleh pekerjaan melalui satu ekosistem kolaboratif.
Melalui program tersebut, XLSMART menargetkan sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan lewat kerja sama dengan berbagai mitra industri.
Selain itu, perusahaan juga membidik satu juta talenta muda Indonesia mengikuti pembelajaran melalui aplikasi Sisternet dan situs Future Ready, serta menerbitkan 10 ribu sertifikat penyelesaian pelatihan.
Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi, mengatakan seluruh tahapan dalam Future Ready disusun berdasarkan kebutuhan industri yang terus berubah.
"Program ini menghubungkan pembelajaran digital, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi industri, mentoring bersama praktisi, kesempatan magang, hingga akses rekrutmen melalui perusahaan-perusahaan mitra. Kami akan terus memperluas kolaborasi dengan perusahaan, institusi pendidikan, penyedia teknologi, komunitas, dan mitra rekrutmen agar semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan yang relevan sekaligus memiliki jalur karier yang jelas," terangnya.
Saat peluncuran, XLSMART juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai langkah memperkuat sinergi pengembangan talenta digital nasional.
Program tersebut telah menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya ZTE dan Eka Tjipta Foundation. Ke depan, jaringan kolaborasi akan terus diperluas agar semakin banyak lulusan program yang memperoleh pengalaman industri dan kesempatan bekerja.
XLSMART menilai pengembangan talenta digital harus berjalan seiring dengan perluasan infrastruktur telekomunikasi, termasuk implementasi jaringan 5G di berbagai daerah.
Dengan kompetensi yang memadai, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, bekerja, berwirausaha, serta menciptakan inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Editor : Alim Kusuma