Selasa, 30 Jun 2026 11:53 WIB

Terminal Kijing Layani Ekspor Perdana Petikemas, Pangkas Biaya Logistik Kalbar

Terminal Kijing mulai melayani ekspor petikemas langsung, memangkas biaya logistik dan memperkuat daya saing komoditas Kalimantan Barat. INPhoto/PTP Nonpetikemas
Terminal Kijing mulai melayani ekspor petikemas langsung, memangkas biaya logistik dan memperkuat daya saing komoditas Kalimantan Barat. INPhoto/PTP Nonpetikemas

MEMPAWAH, INFONEWS.ID - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah resmi melayani ekspor perdana menggunakan petikemas. Layanan tersebut menjadi jalur baru bagi komoditas unggulan Kalimantan Barat menuju pasar internasional sekaligus membuka peluang efisiensi biaya logistik bagi pelaku usaha di wilayah tersebut.

Ekspor perdana yang berlangsung Senin (29/6/2026) menggunakan kapal milik PT Pulau Laut Line membawa total 180 kontainer berisi alumina, produk kelapa, dan minyak olahan. Pengiriman dilakukan melalui Terminal Kijing yang dioperasikan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas).

Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Farid Padang, mengatakan layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan jaringan logistik nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

"Hari ini di Pelabuhan Kijing-Mempawah kami melaksanakan ekspor perdana sebanyak 180 kontainer berisi produk alumina, produk kelapa, dan minyak olahan. Ke depan kami akan menyiapkan kapal yang lebih besar, menambah crane baru, serta memperpanjang dermaga agar kapasitas layanan terus meningkat," kata Farid.

Sejumlah perusahaan memanfaatkan pelayaran perdana tersebut. PT Borneo Alumina Indonesia mengirimkan 12 kontainer alumina hydroxide ke Pasir Gudang, Malaysia.

PT Unicoco Industries Indonesia mengekspor dua kontainer produk olahan kelapa ke tujuan yang sama, sedangkan PT Ferrindo mengirimkan 10 kontainer kelapa bulat menuju Yangpu, China.

Dari kawasan industri Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengekspor 150 kontainer menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menilai hadirnya layanan ekspor langsung akan memperkuat posisi Terminal Kijing sebagai pusat perdagangan internasional di provinsi tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, akan mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk akses jalan menuju pelabuhan.

"Kami akan terus mendorong kemudahan investasi sekaligus mempercepat pembangunan akses jalan menuju Terminal Kijing agar aktivitas logistik semakin lancar dan daya saing ekspor Kalimantan Barat meningkat," ujar Ria Norsan.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2 Budi Prasetio menyebut ekspor perdana menjadi hasil kolaborasi antara Pelindo, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, dan pemerintah daerah. Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha yang mulai mempercayakan kegiatan ekspor melalui Terminal Kijing.

Pelindo juga telah melengkapi terminal dengan fasilitas bongkar muat petikemas untuk mendukung pelayanan yang lebih cepat dan efisien.

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Yanto, menambahkan layanan ekspor langsung memberikan keuntungan bagi eksportir karena tidak lagi bergantung pada pelabuhan di luar Kalimantan Barat.

"Dengan layanan tersebut, biaya angkutan darat menjadi lebih efisien karena pelabuhan lebih dekat dengan kawasan industri. Waktu pengiriman juga lebih singkat. Untuk Pasir Gudang tersedia direct call, sedangkan tujuan China dapat dilayani melalui transshipment di Pasir Gudang," ujarnya.

Kinerja Terminal Terus Tumbuh

Sejak dioperasikan PTP Nonpetikemas, Terminal Kijing mencatat pertumbuhan arus barang yang konsisten. Throughput meningkat dari 1,95 juta ton pada 2023 menjadi 2,75 juta ton pada 2024 dan mencapai lebih dari 4 juta ton sepanjang 2025.

Pada triwulan pertama 2026, throughput kembali mencapai sekitar 1,5 juta ton yang didominasi muatan curah kering sebanyak 845 ribu ton dan curah cair 662 ribu ton.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengatakan pihaknya terus menjaga keandalan operasional melalui kesiapan sumber daya manusia, peralatan modern, serta penerapan standar pelayanan.

"Kami memastikan seluruh layanan bongkar muat dan kepelabuhanan berjalan optimal dengan mengutamakan keselamatan, produktivitas, dan kualitas layanan sehingga arus logistik nasional maupun internasional dapat berlangsung lancar," kata Indra.

Terminal Kijing memiliki dermaga petikemas sepanjang 750 meter yang mampu melayani kapal hingga 100.000 DWT. Fasilitas tersebut didukung container yard, container freight station, area reefer, fasilitas pemeriksaan terpadu, serta berbagai peralatan modern seperti quay container crane, harbour mobile crane, reach stacker, forklift, conveyor, dan head truck.

Dengan layanan ekspor petikemas yang mulai beroperasi, Terminal Kijing diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai simpul logistik utama di Kalimantan Barat sekaligus mendukung hilirisasi industri dan peningkatan daya saing ekspor nasional.

Editor : Alim Kusuma