Jumat, 10 Jul 2026 01:15 WIB

PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia, Bidik Kenaikan Produksi Minyak

Lapangan Rama, lokasi proyek injeksi polimer Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia, yang dikelola PHE OSES. INPhoto/Pertamina
Lapangan Rama, lokasi proyek injeksi polimer Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia, yang dikelola PHE OSES. INPhoto/Pertamina

JAKARTA, INFONEWS.ID - PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer di Lapangan Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Teknologi tersebut menjadi penerapan CEOR offshore pertama di Indonesia dan diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak dari lapangan migas yang telah memasuki fase mature.

Pelaksanaan proyek ditandai dengan seremoni injeksi perdana polimer di RDTX Square, Jakarta, Rabu (8/7). Acara tersebut dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, jajaran direksi PT Pertamina (Persero), Pertamina Hulu Energi, hingga PT Elnusa.

Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek telah melalui serangkaian studi teknis, mulai dari analisis subsurface, pengujian laboratorium, desain rekayasa, kajian keekonomian, hingga manajemen risiko. Seluruh tahapan juga mendapat penilaian dari para ahli Enhanced Oil Recovery (EOR) di lingkungan SKK Migas dan Pertamina.

Teknologi polymer flooding bekerja dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan efisiensi penyapuan minyak. Metode tersebut membantu mendorong minyak yang sebelumnya sulit diproduksi menuju sumur produksi sehingga tingkat perolehan minyak (recovery factor) dapat meningkat.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan lapangan minyak yang telah berusia tua masih memiliki potensi apabila didukung inovasi teknologi.

"Lapangan mature bukan aset yang selesai, tetapi membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), kami memberikan 'terapi' baru bagi reservoir agar usia produktifnya lebih panjang dan tetap berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional," ujar Simon.

Menurut dia, penerapan CEOR juga mencerminkan perubahan strategi dalam menjaga produksi migas nasional.

"Ketahanan energi tidak hanya dibangun dengan menemukan cadangan baru, tetapi juga dengan memaksimalkan aset yang sudah ada melalui inovasi dan teknologi. Teknologi menjadi sarana untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," katanya.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut injeksi polimer di Lapangan Rama menjadi tonggak baru dalam penerapan teknologi EOR di sektor migas lepas pantai Indonesia.

"Injeksi perdana polimer yang dilakukan PHE OSES merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia. Kami berharap teknologi ini mampu meningkatkan recovery factor dan memberikan kontribusi terhadap kenaikan lifting minyak nasional," ujar Djoko.

PHE OSES menargetkan manfaat penuh proyek tersebut dapat dirasakan hingga 2030. Selain meningkatkan produksi, implementasi CEOR akan menjadi sumber data operasional dan pembelajaran teknis untuk mendukung pengembangan teknologi serupa di lapangan migas lepas pantai lainnya.

Keberhasilan proyek tersebut diharapkan membuka peluang penerapan chemical Enhanced Oil Recovery secara lebih luas di Indonesia, sekaligus memperkuat upaya peningkatan produksi migas nasional dan mendukung ketahanan energi.
 
 
 

Editor : Alim Kusuma