SURABAYA, iNFONews.ID - Intervensi pasar dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Jawa Timur.
Melalui mekanisme ekstradropping sebesar 10 persen, perusahaan energi pelat merah ini menyalurkan tambahan 3.657.666 tabung sepanjang Maret 2026.
Langkah taktis ini diambil demi meredam gejolak harga di tingkat pengecer dan memastikan kelompok masyarakat kurang mampu serta pelaku usaha mikro mendapatkan haknya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa distribusi tambahan ini bertujuan mengimbangi tingginya serapan pasar.
“Kami menyalurkan LPG 3 kilogram rutin sesuai kuota dari pemerintah, namun pemantauan berkala tetap kami lakukan agar pasokan tersedia. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat agar distribusi lancar hingga level pangkalan,” jelas Ahad.
Selain menambah volume, fokus utama di lapangan kini beralih pada pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pertamina melakukan inspeksi mendadak ke berbagai titik penyaluran untuk memverifikasi bahwa gas melon dijual sesuai ketentuan.
Pihaknya tidak segan menindak pangkalan resmi yang terbukti bermain harga atau menyalahi aturan distribusi.
Ahad menegaskan, subsidi energi ini memiliki sasaran yang jelas. Ia mengimbau kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi mapan untuk beralih ke produk non-subsidi. Hal ini bertujuan agar anggaran negara yang dikucurkan melalui LPG melon benar-benar dinikmati oleh warga berpenghasilan rendah.
Penerapan teknologi juga menjadi bagian dari upaya transparansi. Masyarakat kini dapat memantau lokasi pangkalan resmi terdekat melalui portal https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg.
Melalui sistem ini, konsumen diharapkan terhindar dari praktik spekulan yang menjual di atas harga pasar.
Bagi pelanggan yang menemukan kejanggalan harga atau kendala layanan, Pertamina membuka kanal pengaduan langsung melalui Contact Center 135 yang beroperasi 24 jam.
Editor : Alim Kusuma