SURABAYA, iNFONews.ID – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mulai memperketat pengawasan distribusi energi menjelang periode mudik Lebaran.
Dalam upaya menjaga pasokan BBM Ramadan 2026, perusahaan pelat merah ini menyiagakan ribuan fasilitas pengisian bahan bakar dan agen Elpiji guna mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diprediksi terjadi dalam empat fase puncak arus mudik dan balik.
Ketahanan energi di wilayah ini menjadi sorotan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Surabaya, Rabu (11/3).
Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, meminta Pertamina dan PLN tetap waspada terhadap potensi kelangkaan di titik-titik krusial.
"Kami berharap strategi yang sudah disusun mampu menjaga kestabilan energi. Pasokan harus terjaga dan petugas di lapangan tidak boleh lengah," ujar Meitri saat meninjau kesiapan Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI).
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengungkapkan bahwa pola konsumsi bahan bakar akan mengalami perubahan signifikan selama masa Satgas (9 Maret – 1 April 2026).
Sektor transportasi pribadi (Gasoline) diprediksi naik sebesar 11,9�ri rata-rata harian normal 18.430 KL.
Sebaliknya, sektor industri (Gasoil) justru diperkirakan melandai sekitar 9,8% menjadi 7.942 KL per hari karena banyak pabrik yang berhenti beroperasi sementara.
"Mobilitas masyarakat yang meningkat drastis menjadi pendorong utama kenaikan permintaan Gasoline dan Elpiji. Untuk Elpiji rumah tangga, kami proyeksikan ada pertumbuhan permintaan sekitar 3,5�ri serapan normal," jelas Ahad.
Meskipun trafik penerbangan nasional cenderung naik, konsumsi Avtur di wilayah Jatimbalinus justru diproyeksi terkoreksi tipis sebesar 6,1%.
Ahad menjelaskan, penurunan ini dipicu oleh momentum Hari Raya Nyepi di Bali yang menghentikan operasional penerbangan komersial di Bandara Ngurah Rai, serta adanya pembatalan sejumlah rute menuju Timur Tengah.
Guna memitigasi antrean panjang di jalur mudik maupun kawasan wisata, Pertamina mengoperasikan infrastruktur tambahan yang mencakup 644 SPBU Siaga dengan operasional penuh 24 jam.
Langkah ini diperkuat oleh kehadiran 1.040 Agen Elpiji Siaga guna menjamin ketersediaan gas melon maupun nonsubsidi bagi masyarakat.
Selain penguatan di titik statis, Pertamina juga mengerahkan 36 unit Motorist (PDS) yang siap mengantar BBM langsung ke pengendara yang terjebak macet atau berada di jalur terpencil.
Sebagai langkah antisipasi terakhir, sebanyak 17 mobil tangki disiagakan sebagai kantong suplai di titik-titik rawan kemacetan guna mempercepat pengisian ulang stok SPBU jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan.
Selain aspek teknis distribusi, Pertamina menghadirkan fasilitas "Serambi MyPertamina" di tiga lokasi rest area. Fasilitas ini menyediakan ruang istirahat, klinik mini, hingga area bermain anak guna menekan angka kelelahan pengemudi.
"Kami menyarankan pemudik untuk mengisi tangki BBM secara penuh sebelum masuk ke jalur padat. Pantau titik layanan dan promo menarik melalui aplikasi MyPertamina agar perjalanan lebih nyaman," tutup Ahad.
Editor : Alim Kusuma