Menying Lukas Bertahan dari Ancaman Demi Bisnis Nomor Cantik

Isnan Efendi atau yang lebih dikenal sebagai Menying Lukas. INPhoto/Mochammad Faizin
Isnan Efendi atau yang lebih dikenal sebagai Menying Lukas. INPhoto/Mochammad Faizin

SURABAYA, iNFONews.ID - Tidak semua orang berani mengambil jalan berbeda ketika membangun usaha. Isnan Efendi atau yang lebih dikenal sebagai Menying Lukas menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang memilih meninggalkan jalur konvensional dan menekuni bisnis kartu perdana bernomor cantik.

Pria yang pernah menempuh pendidikan di Jurusan Sastra Arab UIN angkatan 2003 itu kini dikenal sebagai salah satu pelaku usaha di pasar nomor cantik. Keputusan tersebut berawal dari pengamatannya terhadap aktivitas jual beli nomor unik yang berkembang pesat di media sosial.

Melihat peluang pasar yang terbuka, Menying Lukas mulai mempelajari bisnis tersebut dari para pelaku yang lebih dulu berkecimpung di Komunitas Kartu Cantik Indonesia. Dari sana, ia membangun jaringan hingga memperoleh akses langsung ke pemasok kartu.

Menurutnya, nilai sebuah nomor cantik ditentukan oleh kombinasi angka yang dianggap unik atau memiliki pola tertentu sehingga diminati kolektor maupun pengguna.

"Harga kartu sangat bervariasi. Ada yang dijual dengan harga terjangkau, ada juga yang nilainya tinggi. Semua bergantung pada kombinasi angka dan minat pasar," ujarnya saat ditemui disela pelatihan jurnalistik GMNI Surabaya bareng Rumah Literasi Digital (RLD), di Hanaka Social Space, Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Di balik perjalanan usahanya, Menying Lukas mengaku pernah menghadapi berbagai tantangan. Selain cibiran dari lingkungan sekitar yang memandang bisnis tersebut sebelah mata, ia juga sempat berhadapan dengan situasi yang mengancam keselamatannya.

Ia mengenang pengalaman ketika seorang pembeli menuduh dirinya melakukan penipuan hingga melontarkan ancaman pembunuhan.

"Pengalaman paling berat yang pernah saya alami adalah saat menerima ancaman pembunuhan dari pembeli. Saat itu saya dituduh menipu. Setelah masalah ditelusuri, ternyata terjadi miskomunikasi dan akhirnya bisa diselesaikan secara baik-baik," katanya.

Peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga baginya tentang pentingnya komunikasi dan transparansi dalam menjalankan usaha, terutama di tengah transaksi digital yang rentan menimbulkan kesalahpahaman.

Meski sempat menghadapi tekanan dan intimidasi, Menying Lukas memilih bertahan. Baginya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan formal, tetapi juga kemampuan membaca peluang, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menghadapi risiko yang muncul dalam perjalanan bisnis.

Kisah Menying Lukas menjadi gambaran bahwa peluang ekonomi dapat muncul dari sektor yang kerap dianggap tidak lazim. Di tengah perkembangan ekonomi digital, keberanian mengambil peluang dan ketangguhan menghadapi tantangan menjadi modal penting untuk bertahan dan berkembang.

Penulis: Mochammad Faizin
GMNI Jember

Editor : Alim Kusuma