Sabtu, 18 Jul 2026 16:40 WIB

Warisan Leluhur Makin Terjaga, Ethnic Indonesia Hadirkan Sertifikat Keris Berbasis Kajian Kuratorial BNSP

SURABAYA, INFONews.ID – Keris bukan sekadar senjata atau benda pusaka. Di balik bilahnya tersimpan sejarah panjang, filosofi mendalam, serta identitas budaya Nusantara yang diwariskan turun-temurun. Namun, banyak pusaka yang berpindah tangan tanpa dokumentasi memadai, sehingga asal-usul, nilai historis, dan cerita di baliknya perlahan menghilang.

Untuk menjawab kegelisahan tersebut, Ethnic Indonesia resmi meluncurkan layanan Kuratorial dan Sertifikasi Keris Bersertifikat BNSP. Layanan ini hadir sebagai bentuk komitmen nyata dalam melestarikan warisan budaya Indonesia melalui pendekatan profesional dan ilmiah.

Proses Kuratorial yang Profesional

Layanan ini melibatkan tiga Kurator Keris Bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang melakukan kajian secara kolektif dan independen. Setiap keris akan dikaji secara mendalam mencakup:

Keaslian (autentisitas)

Tangguh, dhapur, pamor, dan ricikan

Warangka

Nilai sejarah dan nilai budaya

Hasil kajian tersebut kemudian dituangkan dalam Sertifikat Kuratorial Ethnic Indonesia yang menjadi dokumentasi resmi dan lengkap. Sertifikat ini bukan sekadar bukti kepemilikan, melainkan referensi ilmiah bagi pemilik, kolektor, peneliti, maupun pemerhati budaya.

“Kami percaya bahwa sebuah keris bukan hanya sebilah besi. Di dalamnya terdapat perjalanan sejarah, filosofi, identitas budaya, hingga kisah para leluhur yang membentuk peradaban Nusantara,” ujar KRA Rivo Cahyono, Pendiri Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi.

Menjaga Cerita di Balik Pusaka

Menurut Ethnic Indonesia, selama ini banyak keris yang berpindah kepemilikan tanpa catatan lengkap. Akibatnya, informasi penting tentang pusaka tersebut memudar seiring waktu.

“Nilai sebuah keris tidak semata-mata diukur dari harga jualnya. Yang lebih penting adalah menjaga identitas, pengetahuan, dan cerita yang menyertainya. Ketika sebuah pusaka kehilangan ceritanya, sesungguhnya kita sedang kehilangan sebagian dari sejarah bangsa,” tambah Rivo Cahyono.

Layanan ini diharapkan menjadi jembatan penghubung antara kolektor, pecinta budaya, museum, akademisi, dan masyarakat luas untuk memahami keris sebagai sumber pengetahuan sejarah dan identitas bangsa — bukan sekadar komoditas.

Tim Kurator Profesional

Proses kuratorial dilakukan oleh tiga ahli bersertifikat BNSP:

KRA Rivo Cahyono – Pendiri Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi dan penggerak edukasi budaya melalui Ethnic Indonesia Channel.

Ilham Triadi – Kurator Keris, Asesor LSP Perkerisan Indonesia, Ahli Cagar Budaya, dan Ketua Panji Blambangan.

Harjo Herlambang – Kurator Keris yang aktif dalam kajian autentisitas dan pelestarian nilai historis pusaka Nusantara.

Ketiganya menekankan objektivitas, integritas, dan tanggung jawab profesional dalam setiap kajian.

Dengan semangat “Melestarikan Pusaka, Menjaga Martabat Budaya”, Ethnic Indonesia terus mendorong upaya pelestarian warisan Nusantara melalui edukasi, penelitian, dokumentasi, dan kegiatan sosial budaya lainnya.

Layanan Kuratorial dan Sertifikasi Keris ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret agar generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. (*)

Editor : Tudji Martudji