Selasa, 14 Jul 2026 15:26 WIB

SPBUN Nusantara XII Asah Kemampuan Pekerja Menilai Mutu Kopi, Bentuk Forum Pecinta Kopi

SPBUN Nusantara XII menggelar workshop coffee cupping dan membentuk Forum Pecinta Kopi untuk meningkatkan kualitas SDM serta mutu kopi nasional. INPhoto/PTPN
SPBUN Nusantara XII menggelar workshop coffee cupping dan membentuk Forum Pecinta Kopi untuk meningkatkan kualitas SDM serta mutu kopi nasional. INPhoto/PTPN

SURABAYA, INFONEWS.ID - Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan terus dilakukan SPBUN Nusantara XII. Bersama Holding Perkebunan Nusantara dan PTPN I Regional 5, organisasi pekerja tersebut menggelar Coffee Cupping Workshop bertajuk Savor the Flavor, Aroma and Meet the Expert di Surabaya, Senin (13/7/2026).

Tak hanya menghadirkan pelatihan, kegiatan tersebut juga melahirkan Forum Pecinta Kopi Holding Perkebunan Nusantara, wadah bagi pekerja untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, sekaligus mendukung pengembangan industri kopi Indonesia.

Sekitar 40 peserta dari berbagai unit usaha di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I Head Office, PTPN I Regional 3, PTPN I Regional 5, PTPN IV Regional 4 hingga Java Coffee Estate (JCE).

Selama workshop, peserta dikenalkan pada teknik coffee cupping, mulai dari mengenali aroma, rasa, hingga metode penilaian mutu kopi yang digunakan di tingkat internasional. Materi disampaikan melalui sesi teori dan praktik agar peserta memahami proses evaluasi kualitas kopi secara menyeluruh.

Sebagai penguji kemampuan, panitia menggelar kompetisi coffee cupping. Penilaian dilakukan oleh Founder Sensa Koffie Vito Adi Tjandrasurja bersama Muchammad Fitrawansyah, peraih Juara III Indonesian Cup Tasters Championship 2023 dan Juara IV Indonesian Cup Tasters Championship 2025.

Ketua Umum SPBUN Nusantara XII, Bramantya Admadja, mengatakan peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pekerja menghadapi perkembangan industri perkebunan yang semakin kompetitif.

"Serikat pekerja bukan hanya memperjuangkan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga harus menjadi ruang belajar agar kemampuan pekerja terus berkembang. Kompetensi akan memberikan manfaat bagi pekerja sekaligus perusahaan," ujarnya.

Menurut Bramantya, pemahaman mengenai karakter dan standar mutu kopi akan mendorong pekerja lebih peduli terhadap kualitas hasil produksi sejak proses budidaya hingga produk sampai ke konsumen.

Direktur Bisnis Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, menilai kebutuhan pasar terhadap kopi berkualitas terus meningkat sehingga kualitas produk harus dijaga secara konsisten.

"Seluruh insan perkebunan perlu memiliki standar penilaian mutu yang sama. Dengan begitu, kopi Holding Perkebunan Nusantara memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar," katanya.

Ia berharap pelatihan serupa dapat diperluas hingga ke sentra-sentra perkebunan kopi sehingga pekerja memperoleh pengalaman langsung mengenai proses produksi dari hulu sampai hilir.

Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, menyebut sinergi antara manajemen dan serikat pekerja menjadi modal penting dalam membangun budaya kualitas di lingkungan perusahaan.

Selain menambah wawasan, menurutnya, kegiatan tersebut membuka ruang kolaborasi antarpeserta dari berbagai wilayah penghasil kopi.

Di sisi lain, Vito Adi Tjandrasurja menjelaskan coffee cupping merupakan metode baku yang digunakan pelaku industri kopi di berbagai negara untuk mengukur kualitas biji kopi secara objektif.

"Melalui standar penilaian yang sama, kualitas kopi dapat dibandingkan secara adil sekaligus menjaga karakter cita rasa dari setiap daerah penghasil," jelasnya.

Pada akhir kegiatan, Iswahyudi dari Kebun Bantaran Bangelan PTPN I Regional 5 keluar sebagai juara pertama kompetisi coffee cupping, sedangkan posisi kedua diraih Eta Yunda dari Java Coffee Estate. Keduanya diproyeksikan mewakili PTPN I Regional 5 pada ajang Coffee Cupping Tingkat Regional.

SPBUN Nusantara XII juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membentuk Forum Pecinta Kopi Holding Perkebunan Nusantara. Forum ini diharapkan menjadi ruang komunikasi dan edukasi bagi para pekerja yang memiliki minat terhadap dunia kopi, sekaligus mendorong lahirnya berbagai program peningkatan kompetensi guna memperkuat daya saing kopi Indonesia.

Editor : Alim Kusuma