JEMBER, iNFONews.ID - Aliran dana Rp30,43 miliar dari PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 5 mulai terasa di tengah masyarakat Jember. Bantuan yang digelontorkan sejak 2021 hingga akhir 2025 tersebut menyasar pelaku usaha kecil, peternak, hingga kebutuhan dasar seperti pendidikan dan perumahan.
Program bantuan PTPN I menjadi salah satu penopang bagi warga yang berupaya bangkit secara ekonomi. Skema pinjaman berbunga ringan membuka akses modal bagi peternak dan UMKM yang sebelumnya kesulitan menjangkau pembiayaan formal.
Perusahaan mencatat, dari total dana yang disalurkan, Rp28,17 miliar dialokasikan untuk pinjaman modal kerja sektor peternakan. Sementara Rp2,26 miliar lainnya digelontorkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta bantuan non-TJSL.
Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, menyebut perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga menjaga keterlibatan sosial di wilayah operasional.
“PTPN I Regional 5 berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan tanggung jawab sosial. Pembangunan daerah akan lebih kuat jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama,” kata Subagiyo.
Sebagian besar dana TJSL diarahkan ke sektor sosial ekonomi. Nilainya mencapai Rp1,65 miliar atau sekitar 72 persen dari total program tersebut. Penggunaannya beragam, mulai dari pembangunan infrastruktur desa hingga penguatan usaha kecil.
Untuk infrastruktur, perusahaan mengalokasikan Rp519,06 juta. Program rumah layak huni menyerap Rp384,48 juta, membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman. Sementara penanganan stunting mendapat Rp109,65 juta melalui penyediaan makanan tambahan bagi anak-anak.
Di sektor usaha, dukungan sebesar Rp115,92 juta diberikan untuk mendorong kapasitas UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan ekonomi.
Intervensi juga menyentuh pendidikan. Dana Rp274 juta dipakai untuk memperbaiki fasilitas belajar dan mendukung kebutuhan anak-anak di lingkungan sekitar perkebunan. Upaya menjaga lingkungan mendapat alokasi Rp25 juta melalui kegiatan penanaman pohon dan respons bencana.
Sektor peternakan menjadi tulang punggung program pemberdayaan. Hingga 2025, sebanyak 2.818 peternak sapi dan kambing telah menerima pembiayaan dengan total mencapai Rp28,18 miliar. Skema bunga tiga persen per tahun membuat modal usaha lebih terjangkau.
Subagiyo menegaskan pendekatan yang diambil tidak berhenti pada bantuan sesaat. “Program yang dijalankan diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat, sehingga mereka memiliki fondasi usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.
Editor : Alim Kusuma