Jumat, 17 Jul 2026 14:37 WIB

Pelajar MTs Safinda Temukan Mikroplastik, Siap Jalani Puasa Plastik

Sebanyak 135 siswa MTs Safinda Surabaya menemukan puluhan partikel mikroplastik saat mengikuti kegiatan Microplastic Journey. INPhoto/Ecoton
Sebanyak 135 siswa MTs Safinda Surabaya menemukan puluhan partikel mikroplastik saat mengikuti kegiatan Microplastic Journey. INPhoto/Ecoton

SURABAYA, INFONEWS.ID - Mikroplastik ternyata sudah ada di sekitar lingkungan belajar. Sebanyak 135 siswa MTs Safinda Surabaya menemukan puluhan partikel mikroplastik saat mengikuti kegiatan Microplastic Journey yang digelar Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), Jumat (17/7/2026). Temuan tersebut mendorong para pelajar berkomitmen menjalankan puasa plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam praktik pengamatan, siswa mengambil sampel dari kulit tangan dan daun di sekitar sekolah. Hasilnya, pada kulit tangan ditemukan 39 partikel fiber, 17 fragmen, 1 film, dan 1 granule. Sementara pada daun ditemukan 2 partikel film dan 4 fragmen.

Temuan itu menunjukkan mikroplastik telah tersebar di lingkungan sekitar dan berpotensi terpapar kepada manusia melalui aktivitas sehari-hari. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah fiber, yakni serat halus yang umumnya berasal dari pakaian berbahan sintetis.

Kepala MTs Safinda Surabaya, Farida Aisyah Hanief, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang langsung dirasakan para siswa.

"Edukasi mikroplastik sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan kami. Semoga anak-anak mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai setelah mengikuti kegiatan bersama ECOTON," ujarnya.

Antusiasme juga datang dari peserta. Zahra Vianka Putri, siswi kelas VIII B, mengaku terkejut mengetahui mikroplastik menempel di kulit manusia.

"Saya senang mengikuti kegiatan ini. Ternyata di kulit tangan kita ada mikroplastik, dan yang paling banyak ditemukan adalah fiber yang berasal dari baju," katanya.

Selain mendapat materi mengenai sumber dan dampak mikroplastik, para siswa juga belajar melakukan identifikasi sederhana menggunakan sampel dari lingkungan sekitar sekolah.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa tumbler, menggunakan wadah makan pakai ulang, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan Microplastic Journey merupakan bagian dari kampanye PlasticEcoCycle Indonesia yang dijalankan ECOTON bersama K-Green Foundation (KGF) dengan dukungan Hyundai Motor Group dan Community Chest of Korea.

Melalui program tersebut, para pelajar diajak memahami bahaya pencemaran plastik dan mikroplastik sekaligus mengambil langkah nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi menjaga kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Editor : Alim Kusuma