Kamis, 16 Jul 2026 18:41 WIB

PLN Nusantara Power Sukses Produksi 490,5 GWh Energi Hijau di Semester I 2026

Program cofiring biomassa wujud konkret komitmen PLN dalam mendukung percepatan transisi energi nasional (IN/PHOTO: HUMAS)
Program cofiring biomassa wujud konkret komitmen PLN dalam mendukung percepatan transisi energi nasional (IN/PHOTO: HUMAS)

JAKARTA, INFONews.ID — 16 Juli 2026. PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendorong transisi energi nasional. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, perusahaan berhasil menghasilkan 490,5 Gigawatt hour (GWh) energi hijau melalui program cofiring biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Program ini tidak hanya meningkatkan produksi listrik yang lebih bersih, tetapi juga memberikan dampak lingkungan nyata. Hingga akhir Juni 2026, cofiring biomassa berhasil memangkas emisi karbon hingga 590,9 ribu ton CO2e.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyambut positif capaian tersebut.

“Program cofiring biomassa menjadi wujud konkret komitmen kami dalam mendukung percepatan transisi energi nasional. Kami terus mengoptimalkan aset pembangkit yang sudah ada agar dapat menghasilkan listrik yang lebih bersih, tetap andal, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Ruly.

 

Konsistensi Capaian Positif

Tahun sebelumnya (2025), PLN NP telah mengimplementasikan cofiring secara komersial di 25 unit PLTU. Hasilnya impresif: 1.041 GWh energi hijau dan pengurangan emisi sebesar 1,17 juta ton CO2e.

 

Capaian semester pertama 2026 yang mencapai hampir setengah dari total produksi tahun lalu menunjukkan konsistensi dan efektivitas program ini. Biomassa digunakan sebagai bahan bakar pendamping batu bara, sehingga proses pembangkitan listrik menjadi lebih ramah lingkungan tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik ke masyarakat.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Selain mengurangi emisi, program cofiring juga membuka peluang ekonomi baru. Pemanfaatan biomassa mendorong pengembangan rantai pasok lokal, meningkatkan nilai tambah limbah organik, serta memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wilayah operasi pembangkit.

“Keberhasilan cofiring di 25 PLTU membuktikan bahwa transformasi menuju pembangkitan rendah emisi bisa dilakukan secara terukur dan bertahap,” tambah Ruly.

 

Langkah ke Depan

PLN Nusantara Power berencana terus mengembangkan inovasi pembangkitan ramah lingkungan, memperkuat rantai pasok biomassa, serta memperluas implementasi cofiring di seluruh unit pembangkit. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan mendukung target Net Zero Emissions Indonesia.

Dengan semangat ini, PLN NP terus bertransformasi menjadi perusahaan pembangkitan yang terdepan dan terpercaya dalam menyediakan energi berkelanjutan untuk Indonesia. (*)

 

Editor : Tudji Martudji