Minggu, 24 Mei 2026 21:00 WIB

Strategi Raksha Loka Jakarta Tekan Timbulan Sampah Acara Massal

Festival Raksha Loka di M Bloc Jakarta sukses mencegah 77% sampah masuk TPA lewat konsep reuse-refill dan panduan ketat bagi pedagang. INPhoto/Ecoton
Festival Raksha Loka di M Bloc Jakarta sukses mencegah 77% sampah masuk TPA lewat konsep reuse-refill dan panduan ketat bagi pedagang. INPhoto/Ecoton

JAKARTA, iNFONews.ID - Acara berskala besar sering kali menyisakan tumpukan sampah tak terurai begitu panggung usai. Namun, Festival Raksha Loka yang berlangsung di M Bloc Space, Jakarta, pada 22–23 Mei 2026, mematahkan tren buruk tersebut. 

Melalui gerakan pembatasan plastik yang ketat, penyelenggara berhasil mencegah 77 persen timbulan sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Keberhasilan tersebut menjadi angin segar di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata. Menggandeng organisasi lingkungan ECOTON, festival besutan program GEF-SGP Indonesia yang merayakan empat tahun inisiatif pemulihan ekosistem berbasis masyarakat tersebut, menerapkan sistem reuse (guna ulang) dan refill (isi ulang) sepanjang acara.

Koordinator Program Zero Waste ECOTON, Tonis Afrianto, menyatakan pihaknya sejak awal mendesain konsep acara agar seminimal mungkin memproduksi limbah. Langkah konkretnya adalah memutus rantai penggunaan plastik sekali pakai dari hulu hingga hilir.

"Kami mengontrol sampah pengunjung lewat kerja sama sistem isi ulang dengan startup Izilfill. Wadah guna ulang seperti gelas dan piring juga tersedia. Agar sisa konsumsi tidak tercampur, tempat sampah terpilah kami tempatkan di dua titik strategis jalur pengunjung," kata Tonis.

Pria lulusan Zero Waste Academy Asia Pacific tersebut tidak bekerja sendiri. Dia menyusun buku panduan khusus zero waste yang wajib dipatuhi oleh seluruh pengisi stan kuliner dan pameran.

"Buku panduan tersebut memuat aturan agar penjual tidak memakai wadah plastik sekali pakai, serta metode memilah sisa bahan baku sejak dari dapur. Edukasi ke pedagang dan pengunjung ini berjalan lancar berkat bantuan para relawan," tambahnya.

Catatan tim bulan sampah selama dua hari festival menunjukkan hasil yang signifikan. Sisa konsumsi yang masuk kategori organik untuk kompos mencapai 11 persen, jenis daur ulang bersih mendominasi di angka 66 persen, sementara sampah residu yang terpaksa dibuang ke TPA hanya tersisa 23 persen.

Selain itu, sebanyak 150 pengunjung memanfaatkan fasilitas pengisian air gratis. Total air yang dikonsumsi mencapai 304 liter, angka yang setara dengan menyelamatkan lingkungan dari 507 botol plastik kemasan 600 ml.

Aksi nyata dari akar rumput ini membuktikan bahwa kegiatan publik yang mengumpulkan banyak massa tetap bisa berjalan selaras dengan kelestarian alam. 

Pola pengelolaan limbah di Raksha Loka mengonfirmasi bahwa perubahan budaya konsumsi masyarakat bukan hal mustahil jika ekosistem pendukungnya disediakan secara konsisten.

Editor : Alim Kusuma