Jumat, 24 Jul 2026 16:06 WIB

Nelayan Masalima Gelar Petik Laut, Warisan Budaya Tetap Lestari

Tradisi Petik Laut di Desa Masalima, Sumenep, kembali digelar sebagai wujud syukur nelayan. INPhoto/FJN
Tradisi Petik Laut di Desa Masalima, Sumenep, kembali digelar sebagai wujud syukur nelayan. INPhoto/FJN

SUMENEP, INFONEWS.ID - Persatuan Nelayan Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar tradisi Petik Laut (Rokat Tasek), Jumat (24/7/2026). Ritual budaya yang telah diwariskan lintas generasi itu menjadi ungkapan syukur atas hasil tangkapan nelayan sekaligus menguatkan komitmen menjaga kelestarian laut.

Tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir tersebut diikuti para nelayan dan warga setempat. Kegiatan diawali dengan pengajian, dilanjutkan pawai laut, kemudian ditutup dengan prosesi pelarungan mala-mala (bitek) ke laut.

Ketua Panitia Petik Laut, Idris, mengatakan Rokat Tasek bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi itu juga menjadi ruang mempererat solidaritas masyarakat nelayan serta menanamkan kesadaran menjaga ekosistem laut.

"Petik Laut menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut. Di sisi lain, tradisi ini memperkuat hubungan antarnelayan dan mengingatkan pentingnya menjaga laut sebagai warisan bagi generasi mendatang," kata Idris.

Ia berharap tradisi yang telah berlangsung turun-temurun itu tetap dipertahankan agar nilai budaya, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan tidak hilang ditelan zaman.

"Semoga Petik Laut terus dilestarikan sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah masyarakat nelayan," ujarnya.

Dukungan terhadap pelestarian tradisi itu juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan VII, Ahmad Juhairi. Legislator yang mewakili Kecamatan Masalembu, Raas, Gayam, dan Nonggunong itu menilai Petik Laut memiliki nilai budaya sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pesisir.

"Saya mendukung penuh pelaksanaan Petik Laut yang rutin digelar setiap tahun oleh masyarakat nelayan, khususnya di Kepulauan Masalembu. Tradisi yang baik seperti ini harus terus dipertahankan," ujar politikus Partai NasDem tersebut.

Bagi masyarakat Masalima, Petik Laut tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil laut, tetapi juga mengandung pesan agar sumber daya laut dimanfaatkan secara bijak. 

Melalui tradisi itu, masyarakat diingatkan bahwa keberlangsungan kehidupan nelayan sangat bergantung pada laut yang tetap terjaga dan lestari.

 

Editor : Alim Kusuma