Senin, 18 Mei 2026 17:08 WIB

Nelayan Sampang Hilang Dua Hari, Ditemukan Meninggal di Muara Sreseh

Nelayan asal Pulau Mandangin, Sampang, ditemukan meninggal dunia setelah hilang dua hari saat melaut di perairan utara Mandangin. INPhoto/Basarnas
Nelayan asal Pulau Mandangin, Sampang, ditemukan meninggal dunia setelah hilang dua hari saat melaut di perairan utara Mandangin. INPhoto/Basarnas

SAMPANG, iNFONews.ID - Pencarian nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang, berakhir duka. Jumail (57) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin.

Korban ditemukan pada Senin (18/5) siang di area muara Sreseh, Kabupaten Sampang. Jenazah pertama kali diketahui oleh seorang pemancing yang kemudian melapor kepada tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., mengatakan korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Kabupaten Sampang untuk proses penanganan lebih lanjut.

“Jenazah korban langsung dievakuasi tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Kabupaten Sampang,” kata Nanang.

Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya menerima laporan adanya kapal tanpa awak yang ditemukan nelayan setempat di wilayah utara Pulau Mandangin pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah laporan diterima, Pos SAR Sumenep menerjunkan tim rescue untuk melakukan pencarian terhadap pemilik kapal yang diduga terjatuh ke laut saat melaut.

“Kapal milik korban ditemukan sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Mandangin,” ujar Nanang.

Selama proses pencarian, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang telah dipetakan sejak hari pertama operasi.

Unsur gabungan yang terlibat meliputi rescuer Pos SAR Sumenep, BPBD Kabupaten Sampang, Polairud Sampang, Kamladu Camplong, Syahbandar Mandangin, PMI Kabupaten Sampang, Polres Sampang, Polsek Pangarengan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, hingga nelayan setempat.

Operasi SAR resmi dihentikan setelah korban ditemukan. SAR Surabaya juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di laut.

Editor : Alim Kusuma