Selasa, 23 Jun 2026 14:01 WIB

Sosialisasi 4 Pilar, Indah Kurnia Ingatkan Bahaya Informasi Menyesatkan

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, di Sidoarjo, Minggu (21/6). INPhoto/Tim Media Center
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, di Sidoarjo, Minggu (21/6). INPhoto/Tim Media Center

SIDOARJO, INFONEWS.ID - Arus informasi yang mengalir deras melalui media sosial dan berbagai platform digital menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Karena itu, kemampuan menyaring informasi dinilai semakin penting agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

Pesan tersebut disampaikan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (21/6).

Kegiatan tersebut diikuti pengurus partai, simpatisan, serta warga dari wilayah Waru, Gedangan, dan Sedati.

Dalam kesempatan itu, Indah menyampaikan salah satu informasi yang menurutnya perlu diketahui masyarakat terkait pencabutan TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Negara dari Presiden Soekarno.

“TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967 telah dicabut. Artinya tuduhan bahwa Bung Karno melakukan pengkhianatan terhadap negara dan mendukung PKI tidak terbukti. Informasi seperti ini perlu terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari tugas kami di MPR RI,” kata Indah.

Anggota DPR RI yang kembali terpilih untuk periode keempat tersebut juga mengajak masyarakat menjaga kebersamaan di tengah beragam perbedaan pandangan yang berkembang di ruang publik.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari semangat gotong royong, toleransi, kepedulian sosial hingga kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Jangan mudah terpecah hanya karena informasi yang sumbernya tidak jelas. Tetap rukun, tetap guyub dan terus menjaga semangat kebersamaan,” ujarnya.

Narasumber lokal, Ade, yang juga menjabat Ketua Yayasan Wahana Narasi Indonesia Sidoarjo, menilai kegiatan sosialisasi kebangsaan masih sangat dibutuhkan, terutama bagi generasi muda.

“Anak-anak muda perlu memahami Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan. Di tengah derasnya informasi digital, mereka harus memiliki bekal yang kuat agar tidak mudah terpengaruh hal-hal yang dapat memecah persatuan,” katanya.

Pada akhir kegiatan, Indah kembali mengingatkan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di lingkungan masyarakat serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Mari berbakti kepada negeri ini dengan cara kita masing-masing. Kalau belum bisa memberikan manfaat yang besar, setidaknya jangan menambah masalah atau keburukan bagi orang lain,” tutupnya.

Editor : Alim Kusuma