Selasa, 10 Mar 2026 00:10 WIB

Ngabuburit Kreatif, Nunggu Bukber Sambil Belajar Bikin Chunky Bag

Keseruan Chunky Bag Workshop yang digelar Rumah Literasi Digital (RLD) bersama EXCOTEL Surabaya, Minggu (8/3/2026). INPhoto/RLD
Keseruan Chunky Bag Workshop yang digelar Rumah Literasi Digital (RLD) bersama EXCOTEL Surabaya, Minggu (8/3/2026). INPhoto/RLD

SURABAYA, iNFONews.ID - Pelaku UMKM Surabaya mendapat ruang belajar baru lewat Chunky Bag Workshop yang digelar Rumah Literasi Digital (RLD) bersama EXCOTEL Design Hotel Surabaya, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ngabuburit tersebut mengajak peserta mencoba membuat tas rajut bertekstur tebal yang belakangan diminati pasar kerajinan tangan.

Workshop menghadirkan pengrajin rajut Nadia Putri Nilamsari sebagai pemateri. Peserta diajak mempraktikkan teknik merajut secara manual menggunakan benang tanpa alat khusus. Metode tersebut dikenal sebagai knitting tangan, teknik sederhana yang dapat dipelajari pemula.

Nadia menjelaskan tahap awal merajut sering menjadi bagian paling menantang karena peserta harus menyesuaikan putaran benang agar bentuk tas tetap rapi.

“Pada tahap awal memang terasa sulit karena harus menyesuaikan bentuknya. Jika salah putaran, hasilnya bisa berubah,” kata Nadia.

Setelah memahami teknik dasar, proses merajut cenderung lebih mudah. Dalam satu hingga dua jam, peserta dapat menghasilkan produk kecil seperti boneka rajut. 

Dalam sesi workshop tersebut, Nadia bersama beberapa rekannya bahkan mampu membuat empat boneka rajut dalam satu hari.

Menurutnya, kerajinan rajut berpotensi menjadi aktivitas produktif bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan generasi muda yang ingin memiliki kegiatan kreatif sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan.

“Kerajinan rajut tidak hanya menjadi hobi. Produk seperti tas atau boneka memiliki peluang untuk dijual,” ujarnya.

Nadia berencana memperluas kegiatan serupa dengan membuka kelas merajut di sekolah, komunitas, hingga perkantoran. Ia berharap semakin banyak masyarakat mengenal kerajinan rajut sekaligus melihat peluang usahanya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari pihak hotel. Marketing Communications EXCOTEL Surabaya, Pinky Monica, menyebut kolaborasi semacam itu memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Kami antusias mendukung workshop Chunky Bag. Kolaborasi dengan pelaku UMKM memberi kesempatan untuk tumbuh bersama sekaligus membantu menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain membuka ruang kreativitas, kegiatan tersebut juga menghadirkan alternatif kegiatan Ramadan yang produktif bagi masyarakat Surabaya. 

Peserta tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga melihat peluang mengembangkan produk kerajinan bernilai jual.

Editor : Alim Kusuma