Minggu, 07 Jun 2026 22:19 WIB

TPS Raih Predikat Terminal Paling Produktif, Borong Penghargaan Manajemen Risiko

Wahyu Eko, Senior Manager SDM TPS (paling kiri), menerima penghargaan The Most Productive Terminal Award Based on BOPO kategori Anak Perusahaan pada Human Capital & Legal Forum SPTP. INPhoto/Humas TPS
Wahyu Eko, Senior Manager SDM TPS (paling kiri), menerima penghargaan The Most Productive Terminal Award Based on BOPO kategori Anak Perusahaan pada Human Capital & Legal Forum SPTP. INPhoto/Humas TPS

SURABAYA, iNFONews.ID - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatatkan prestasi di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Perusahaan berhasil meraih penghargaan sebagai terminal paling produktif berdasarkan indikator BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) sekaligus memborong tiga penghargaan dalam ajang Risk Award SPTP 2025.

Penghargaan "The Most Productive Terminal Award Based on BOPO" diterima TPS dalam Human Capital & Legal Forum 2026 untuk kategori anak perusahaan. Pengakuan tersebut diberikan atas kemampuan perusahaan menjaga efisiensi operasional dan produktivitas secara berkelanjutan.

Keberhasilan itu berjalan seiring dengan penerapan manajemen risiko yang konsisten di seluruh proses bisnis. Dalam ajang Risk Award SPTP 2025 yang diumumkan pada 3 Juni lalu, TPS meraih tiga penghargaan tingkat anak perusahaan.

Untuk kategori RINDU (Risk Individu), penghargaan Juara 2 diraih Cahya Ardie Firmansyah atas kontribusinya dalam memperkuat budaya risiko perusahaan. Sementara TPS meraih Juara 3 kategori KANGEN (Kejuaraan Antar Risk Agent) dan Juara 2 kategori INTIM (Improvement Implementation).

Kategori KANGEN menilai kompetensi risk agent dalam penerapan tata kelola risiko perusahaan. Adapun kategori INTIM diberikan kepada perusahaan yang berhasil menjalankan program perbaikan dalam sistem manajemen risiko organisasi.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan hubungan erat antara pengelolaan risiko yang disiplin dengan kinerja perusahaan.

"Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa disiplin dan konsistensi dalam pengelolaan risiko memiliki korelasi kuat dengan kinerja yang baik. TPS terus membangun budaya kerja yang menempatkan manajemen risiko sebagai bagian dari setiap proses bisnis sehingga mampu menjaga efisiensi, meningkatkan daya saing, serta memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," kata Erika.

Menurutnya, predikat sebagai terminal paling produktif tidak hanya ditentukan oleh efisiensi operasional. Kemampuan mengidentifikasi, mengelola, dan memitigasi risiko secara sistematis juga menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan layanan dan keberlanjutan bisnis.

Manajemen TPS turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas kontribusi dan keterlibatan aktif dalam mendukung operasional perusahaan.

Ke depan, TPS akan memperkuat implementasi Governance, Risk and Compliance (GRC) yang terintegrasi, sekaligus mendorong inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Sebagai salah satu anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas, TPS merupakan penyedia layanan petikemas ekspor dan impor yang berperan penting dalam rantai logistik nasional.

Perusahaan juga tercatat sebagai terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan internasional atau ISPS Code sejak 2004.

Editor : Alim Kusuma