JAKARTA, INFONews.ID – PLN Nusantara Power (PLN NP) menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pengembangan hidrogen hijau di Indonesia. Perusahaan memamerkan berbagai inovasi teknologi hidrogen pada ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), 21–23 Juli 2026.
Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Dalam sambutannya, Bahlil menekankan pentingnya hidrogen sebagai pilar ketahanan energi nasional.
“Keyakinan saya, paling lambat lima hingga sepuluh tahun ke depan, hidrogen akan mampu menyaingi kendaraan listrik berbasis baterai. Pengembangan hidrogen merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi, mendorong hilirisasi industri, serta mempercepat tercapainya swasembada energi nasional,” ujar Bahlil Lahadalia.
Sejalan dengan arahan pemerintah, PLN Nusantara Power menghadirkan berbagai inovasi di area pameran, antara lain mock-up Hydrogen Refueling Station (HRS) Muara Tawar, kendaraan hidrogen H-E Nusantara (Fuel Cell Electric Vehicle/FCEV Cruiser), serta informasi lengkap mengenai Green Hydrogen Plant (GHP) dan Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG).
Inovasi Unggulan PLN NP
Salah satu yang menjadi sorotan pengunjung adalah Hydrogen Electric Nusantara (H-E Nusantara), kendaraan listrik hibrida berbasis fuel cell pertama di Indonesia yang menggunakan hidrogen hijau produksi PLN NP. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 270 kilometer dengan waktu pengisian hidrogen hanya sekitar lima menit.
Hingga saat ini, produksi hidrogen hijau PLN NP telah mendukung perjalanan kendaraan ramah lingkungan sejauh sekitar 9 juta kilometer, sekaligus berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 1,4 juta kilogram CO₂ dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Di sektor kelistrikan, perusahaan juga mengembangkan Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG), pembangkit listrik portabel berbasis hidrogen yang ramah lingkungan. Teknologi ini telah digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan nasional, termasuk sebagai sumber listrik selama penyelenggaraan GHES 2026. Sebelumnya, HFCG sukses menjadi solusi elektrifikasi pertama di Pulau Gili Ketapang, Jawa Timur.
Ekspansi Produksi Hidrogen Hijau
Komitmen PLN NP terhadap hidrogen hijau dimulai sejak peresmian Green Hydrogen Plant pertama di PLTGU Muara Karang pada 2023. Kini, perusahaan telah mengoperasikan delapan unit GHP di berbagai lokasi: Muara Karang, Muara Tawar, Indramayu, Rembang, Tanjung Awar-awar, Gresik, Pacitan, dan Paiton. Total kapasitas produksi mencapai 94,63 ton hidrogen hijau per tahun.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyatakan bahwa pengembangan hidrogen hijau merupakan bagian penting dari strategi perusahaan mendukung transisi energi nasional.
“PLN Nusantara Power percaya bahwa masa depan energi tidak hanya bertumpu pada pembangkitan listrik yang semakin hijau, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan energi bersih dalam berbagai bentuk. Kami terus membangun ekosistem hidrogen secara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatannya untuk mendukung sektor transportasi, industri, dan kelistrikan nasional,” kata Ruly.
Selain memamerkan teknologi, PLN NP juga menandatangani kerja sama strategis pada hari kedua dan berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar bertema Critical Mineral Strategy: Industry Opportunities in Fuel Cell and Hydrogen Technology pada hari ketiga.
Partisipasi aktif di GHES 2026 memperkuat komitmen PLN Nusantara Power dalam membangun ekosistem hidrogen nasional, mendukung target Net Zero Emissions, serta membuka peluang ekonomi baru di masa depan. (*)
Editor : Tudji Martudji