Ramadhan zaman old vs zaman now. IN/PHOTO : Patrik Cahyo Lumintu

SURABAYA, iNFONews.ID - Ramadhan zaman old vs zaman now? Kita semua pengen dapetin pahala sebanyak-banyaknya di bulan suci ini, tapi beli takjil dengan kemasan plastik bisa jadi "dosa" lingkungan.

Zaman sekarang justru orang berlomba-lomba menggunakan kemasan sekali pakai yang hanya menambah sampah di lingkungan. Tujuannya untuk mengurangi sampah sekali pakai. Apalagi Indonesia menempati posisi kedua penyumbang sampah terbesar setelah negara Tongkok.

Setiap tahunnya Indonesia mampu menyumbang sampah dengan estimasi 0,48-1,29 juta metrik ton per tahun. Itu menurut Jenna R.Jambeck dalam artikelnya Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean tahun 2015.

Dulu penggunaan plastik jauh lebih sedikit. Orang-orang lebih sering menggunakan bahan-bahan alami seperti daun pisang, daun jati, dan besek untuk membungkus makanan. Namun, sekarang sangat marak hampir semua makanan dibungkus menggunakan plastik, dari plastik mika, plastik kresek, hingga styrofoam.

Orang-orang dulu membawa rantang makan sendiri saat berbuka puas di masjid. Faktanya sekarang lebih sering membeli makanan berbuka puasa yang dibungkus dengan plastik.

Sementara itu, melihat dari dampak penggunaan bahan ramah lingkungan secara dampak terhadap lingkungan belum terlalu terasa. Kini, dampak dari penggunaan plastik terhadap lingkungan sangat terasa seperti pencemaran tanah, pencemaran laut, dan mikroplastik.

Zaman dulu, kesadaran masyarakat tentang bahaya plastok masih rendah. Justru kini masyarakat sadar akan bahaya tentang penggunaan plastik yang semakin meningkat.

Reporter : Patrik Cahyo Lumintu

Editor : Alim

Berita Terbaru