SIDOARJO, iNFONews.ID - Suasana sore di Jl. Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (24/02/2026), tampak berbeda. Sejumlah prajurit “Buaya Petarung” dari Batalyon Infanteri 1 Marinir turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil gratis kepada masyarakat yang melintas.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin oleh Komandan Batalyon Infanteri 1 Marinir, Letkol Marinir Siswanto, M.Tr.Opsla. Aksi berbagi ini menjadi wujud kepedulian prajurit Korps Marinir dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Muslim. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Momentum inilah yang dimanfaatkan para prajurit untuk berbagi dan menebar kebaikan kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Dengan penuh semangat dan senyum ramah, para prajurit membagikan paket takjil kepada para pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas. Kehadiran mereka pun disambut hangat oleh warga, yang merasa terbantu dengan hidangan berbuka puasa tersebut.
Letkol Marinir Siswanto, M.Tr.Opsla menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh prajurit yang terlibat. Menurutnya, kegiatan ini terselenggara berkat antusiasme dan keikhlasan prajurit yang ingin meraih berkah Ramadhan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
“Saya bangga dan berterima kasih kepada para prajurit. Kegiatan ini terlaksana karena semangat mereka untuk mendapatkan berkah Ramadhan. Prajurit Buaya Petarung telah memberikan contoh konkret bahwa TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, selalu hadir dan diterima di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Yonif 1 Marinir tidak hanya menunjukkan profesionalisme dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga mempererat hubungan emosional dengan masyarakat. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan menjadi cerminan bahwa prajurit Marinir bukan hanya tangguh di medan tugas, namun juga peduli dan humanis dalam kehidupan bermasyarakat.
Editor : Alim Kusuma