Senin, 25 Mei 2026 13:24 WIB

Kolaborasi Strategis PLN NP-Mitsubishi Power Tingkatkan Keandalan Pembangkit Termal Nasional

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita (IN/PHOTO: HUMAS)
Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita (IN/PHOTO: HUMAS)

JAKARTA, iNFONews.ID — PT PLN Nusantara Power terus mendorong penguatan keandalan dan fleksibilitas pembangkit listrik termal sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional. Hal ini menjadi fokus utama dalam acara kolaborasi seminar dan focus group discussion bersama pabrikan asal Jepang, Mitsubishi Power, di Surabaya pada Rabu - Kamis (20-21/5). 

Seminar ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor pembangkitan, mulai dari PLN, PLN Nusantara Power, PLN Indonesia Power, dan Mitsubishi Power Group, yang meliputi engineer, manufaktur, penyedia teknologi, hingga para praktisi operasi dan pemeliharaan pembangkit. Melalui forum ini, para peserta terlibat dalam diskusi aktif dan transfer knowledge membahas berbagai solusi teknis dan inovasi operasional untuk menjawab tantangan sistem ketenagalistrikan yang semakin dinamis, khususnya dalam optimalisasi pembangkit termal dan menjawab tantangan transisi energi di masa depan.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, menyampaikan bahwa transisi energi telah mengubah cara sistem kelistrikan beroperasi. Dengan semakin meningkatnya penetrasi energi terbarukan, sistem tenaga listrik dituntut untuk lebih adaptif dalam merespons fluktuasi pasokan dan kebutuhan listrik.

“Di era transisi energi, pembangkit listrik termal tidak lagi hanya berperan sebagai pembangkit baseload konvensional. Pembangkit termal harus berevolusi menjadi aset yang fleksibel, andal, dan mampu mendukung stabilitas sistem kelistrikan nasional,” ujar Komang.

Menurut Komang, keandalan dan fleksibilitas operasional kini menjadi kebutuhan utama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pembangkit termal memiliki peran penting dalam memastikan sistem kelistrikan tetap stabil, terutama ketika sistem menghadapi variabilitas pasokan dari energi terbarukan.

“Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat kita membangun pembangkit energi terbarukan, tetapi juga oleh seberapa kuat kita menjaga keandalan, fleksibilitas, dan resiliensi sistem kelistrikan yang sudah ada. Dalam hal ini, operational excellence menjadi fondasi yang sangat penting,” tambah Komang.

Seminar dimulai dengan diskusi panel yang mempertemukan para leader dan pakar terkemuka dari sektor pembangkit listrik Indonesia untuk bertukar pandangan mengenai peran tenaga termal yang terus berkembang, strategi untuk meningkatkan keunggulan operasional, pengembangan teknologi, keandalan aset, dan kolaborasi dalam menavigasi era transisi energi. Pembahasan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan best practice, meningkatkan keandalan operasi, serta mendorong lahirnya inovasi konkret yang dapat diterapkan pada sistem pembangkitan PLN Group.

PLN NP menilai bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup dalam menghadapi kompleksitas operasional di era transisi energi. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara utilitas, manufaktur, engineer, dan penyedia teknologi untuk mempercepat transformasi operasional pembangkit.

PLN NP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara, panelis, engineer, dan mitra yang berkontribusi dalam seminar tersebut. Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan diskusi yang bermakna, tetapi juga rekomendasi, insight, dan inovasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat ekosistem pembangkitan nasional.

Melalui penguatan reliability, flexibility, innovation, dan operational excellence, PLN NP berkomitmen untuk terus mendukung agenda transisi energi nasional tanpa mengabaikan aspek keandalan dan ketahanan sistem kelistrikan. (*)

Editor : Tudji Martudji