Gandeng Adobe, Pelanggan IM3 dan Tri Bisa Cuan Lewat AI

Reporter : Alim Kusuma
Kolaborasi Indosat x Adobe x EKRAF memberikan akses premium gratis Adobe Express selama 6 bulan dan modul pembelajaran AI untuk seuruh pelanggan Indosat. INPhoto/IOH

JAKARTA, INFONEWS.ID - Jutaan kreator konten dan pelaku usaha digital di Indonesia kini berkesempatan menghasilkan pendapatan langsung dari karya mereka melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini menyusul kolaborasi strategis antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan raksasa perangkat lunak global, Adobe, yang diumumkan di Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026.

Baca juga: Dewan Pers Matangkan Usulan Perlindungan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta

Sinergi tiga pihak tersebut meluncurkan program pemberdayaan digital masif yang menyasar para pengguna internet, anak muda, serta komunitas kreatif di seluruh tanah air. Landasan gerakan ini merujuk pada data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang menunjukkan tingginya angka penetrasi digital masyarakat, namun belum optimal dalam menghasilkan nilai ekonomi riil.

Melalui kemitraan ini, seluruh pelanggan Indosat, termasuk pengguna IM3 dan Tri, bakal mendapatkan akses premium gratis aplikasi Adobe Express selama enam bulan. Menariknya, Adobe resmi memilih Indonesia sebagai negara pertama di dunia untuk meluncurkan program monetisasi kreator perdananya. Fitur ini memungkinkan perajin konten lokal menjual template desain yang disesuaikan dengan pasar domestik secara langsung di dalam aplikasi.

Memperkuat Hak Kekayaan Intelektual

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan bahwa fondasi utama industri kreatif nasional bertumpu pada kekayaan intelektual yang berakar dari budaya lokal.

Di tengah gelombang kecerdasan buatan, pemerintah ingin memastikan teknologi mempermudah kerja manusia, bukan menyingkirkannya.

"Kami mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat daya cipta manusia, sehingga ide-ide segar anak bangsa dapat dilindungi sekaligus diwujudkan menjadi lini bisnis yang menjanjikan. Sinergi pemerintah dan industri ini mendidik generasi muda agar berani berkompetisi di skala global," ujar Teuku Riefky.

Inisiatif ini berjalan selaras dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) besutan Kemenekraf. Program tersebut aktif bergerak ke sekolah dan kampus demi menyebarkan literasi digital, penguasaan AI, serta pemahaman komersialisasi hak paten karya.

Baca juga: Berdamai dengan Mesin, Seni Menjinakkan AI di Meja Redaksi

Target Belasan Ribu Talenta Baru

Pihak operator seluler mengintegrasikan program ini melalui platform pemberdayaan anak muda mereka, GENSi (Generasi Terkoneksi). Setelah merangkul 10.000 peserta pada fase sebelumnya, GENSi mematok target perluasan ke 15.000 anak muda di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun ini.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa talenta lokal sebenarnya melimpah. Persoalan mendasar di lapangan adalah keterbatasan alat penunjang dan bimbingan komersialisasi.

"Kami memadukan infrastruktur jaringan, teknologi AI, dan kurikulum global untuk memfasilitasi kreator masa depan. Modul pelatihan praktis dari Adobe Digital Academy juga sudah kami alihkan ke Bahasa Indonesia agar mudah dipahami lintas usia," kata Vikram.

Baca juga: Universitas Terbuka Bangun AI Tutor untuk 100 Ribu Mahasiswa

Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menegaskan komitmen investasi perusahaannya pada ekosistem digital Indonesia.

Selain memberikan materi keterampilan gratis, Adobe membuka panggung bagi para kreator terpilih untuk memamerkan portofolio mereka di ajang festival kreatif tahunan, IDEAFEST.

Melalui jaringan luas Kemenekraf, karya-karya terbaik para peserta akan dihubungkan langsung ke pasar, calon investor, hingga mitra industri global.

Kolaborasi ini menandai babak baru transisi masyarakat Indonesia, dari sekadar konsumen digital menjadi produsen konten yang menghasilkan perputaran ekonomi mandiri.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru