BALI, INFONEWS.ID - Amuk massa pecah di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat dini hari. Seorang pria berinisial KD tewas setelah dihakimi warga lantaran diduga mencuri seekor ayam aduan milik warga setempat.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan kemarahan warga dipicu oleh akumulasi keresahan akibat maraknya kasus kehilangan ternak di wilayah tersebut.
"Aksi pencurian tersebut memicu kemarahan spontan karena warga sudah sering kehilangan ayam sebelumnya," ujar Wiwik, seperti dilansir dari tirto.id
Massa yang telanjur geram menghajar terduga pelaku hingga tewas di tempat. Selain merenggut nyawa KD, amukan massa juga menghanguskan sepeda motor yang digunakan pelaku ke lokasi kejadian.
Petugas Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 30 menit kemudian. Namun, nyawa KD tidak berhasil diselamatkan.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk seekor ayam aduan, sebilah golok, dan sebuah tas milik pelaku.
Jenazah KD langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Semara Ratih untuk penanganan medis lanjutan.
Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta identifikasi sidik jari.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden berdarah ini.
Ia menilai pengeroyokan di tabanan tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan nilai kemanusiaan.
Pemerintah Kabupaten Tabanan turut menyiapkan santunan sebagai bentuk empati kepada keluarga korban maling ayam tewas dikeroyok.
Sanjaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Berikan ruang kepada aparat berwenang untuk bekerja secara profesional agar menghasilkan keputusan yang adil," tegas Sanjaya.
Editor : Alim Kusuma