SURABAYA, INFONEWS.ID - Membongkar stigma bahwa ilmu keteknikan itu rumit dan kaku, Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) memboyong beragam karya teknologi ke ruang publik. Berbagai purwarupa canggih dipamerkan di Atrium Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya sepanjang 14–19 Juli 2026.
Pameran bertajuk "Leading the Future: 40 Years of Engineering Innovation" sengaja digelar di pusat perbelanjaan agar lebih dekat dengan aktivitas keseharian masyarakat. Pengunjung berkesempatan menjajal langsung inovasi garapan dosen dan mahasiswa dari enam program studi.
Salah satu karya yang menyedot perhatian publik adalah Smart Chess. Mahasiswa Teknik Elektro merancang sistem robot bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang mampu bermain catur dan merespons pergerakan manusia secara presisi.
Program studi lain turut unjuk gigi memamerkan teknologi terapan. Pengunjung bisa mencoba mesin pembuat es krim berbasis kondensasi, melihat proses cetak 3D, hingga mengeksplorasi sensor gelombang otak (mindwave) dan simulasi tenis imersif lewat realitas virtual (VR).
Dekan FT Ubaya Eric Wibisono menyatakan pameran bertujuan mengubah persepsi publik terhadap dunia teknik. Ia ingin membuktikan bahwa sains terapan mampu memberikan solusi praktis bagi kehidupan sehari-hari.
"Kami berupaya mendekatkan ilmu teknik kepada masyarakat secara luas lewat berbagai hasil karya inovasi yang ramah pengguna," ujar Eric, Minggu (19/7/2026).
Pameran sekaligus menjadi puncak perayaan empat dekade kiprah institusi. Momen sejarah ditandai dengan peluncuran buku Unlocking Innovation: Forty Years of Engineering Ubaya.
Buku merangkum rekam jejak, sejarah, sekaligus cetak biru pengembangan pendidikan fakultas ke depan. Eric menilai usia 40 tahun merupakan fase matang bagi institusi untuk merumuskan lompatan inovasi berikutnya.
Rangkaian peringatan Dies Natalis ditutup dengan penganugerahan penghargaan bagi para sivitas akademika berprestasi. Malam puncak semakin semarak lewat kehadiran komika Benidictus Siregar, melengkapi agenda lain seperti reuni akbar, lokakarya, dan kompetisi antarsiswa.
Editor : Alim Kusuma