JOMBANG, INFONEWS.ID - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dinilai menjadi momentum penting bagi organisasi memasuki abad kedua. Kaukus Nahdliyin DPD RI optimistis forum tertinggi NU itu mampu melahirkan pemimpin terbaik sekaligus merumuskan agenda strategis untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Anggota DPD RI asal Banten, Hj. Ade Yuliasih, mengatakan kehadiran sejumlah senator yang tergabung dalam Kaukus Nahdliyin menunjukkan keterikatan kultural sekaligus komitmen mereka sebagai bagian dari warga Nahdliyin.
Sejumlah anggota DPD RI dari berbagai daerah turut hadir dalam rangkaian muktamar. Mereka antara lain Boy Latuconsina dari Maluku, H. Abdullah dari Papua Barat, serta Lia Istifhama dari Jawa Timur.
"Kami yang hadir di sini merupakan bagian dari warga Nahdliyin. Mulai dari Jawa Timur, Banten, Maluku, hingga Papua Barat, semuanya menyatu. Alhamdulillah, penyelenggaraan Muktamar NU di Jombang ini luar biasa," kata Ade Yuliasih di sela kegiatan muktamar, Kamis (27/8/2026) malam.
Senator asal Banten yang memiliki garis keturunan keluarga di Tebuireng, Jombang, itu juga menilai pelaksanaan muktamar secara umum berlangsung aman dan tertib.
Menurut Ade, kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi acara tidak terlepas dari tingginya mobilisasi peserta dan warga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Seluruh Indonesia hadir di sini. Secara umum acara terkendali dan aman. Kalaupun ada kemacetan lalu lintas, itu hal wajar karena mobilisasi kendaraan yang sangat tinggi. Yang terpenting, keamanan dan ketertiban peserta tetap terjaga hingga seluruh rangkaian acara selesai," ujarnya.
Ade berharap Muktamar ke-35 NU tidak berhenti pada agenda konsolidasi internal maupun pemilihan kepemimpinan. Forum tersebut, kata dia, perlu menghasilkan keputusan yang mampu menjawab tantangan NU dan masyarakat dalam jangka panjang.
"Muktamar ini harus menjadi momentum penting dalam memperkuat hikmah ulama, menjaga persatuan umat, serta melahirkan gagasan dan langkah strategis bagi kemaslahatan bangsa, baik di sektor pendidikan, perekonomian, maupun sosial keagamaan," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus NU di berbagai tingkatan, para kiai dan ulama, serta seluruh warga Nahdliyin yang selama ini berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan bangsa.
Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyoroti dampak ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Menurut dia, tingginya kedatangan peserta turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Ning Lia melihat kondisi itu sebagai bagian dari semangat Nahdlatut Tujjar, gagasan kebangkitan ekonomi warga Nahdliyin yang telah berkembang sejak masa awal berdirinya NU.
"Ini adalah Muktamar pertama di abad kedua NU. Karena itu tepat pelaksanaan Muktamar ke-35 ini di Jombang yang merupakan bumi para pendiri NU," ujar Lia.
Ia optimistis muktamar yang berlangsung di tanah kelahiran sejumlah tokoh pendiri NU itu dapat menghasilkan kepemimpinan terbaik.
"Saya yakin muktamar ini akan menghasilkan Ketua Umum yang terbaik dari para tokoh-tokoh NU terbaik," pungkasnya.
Di sela rangkaian muktamar, para anggota DPD RI yang tergabung dalam Kaukus Nahdliyin juga menyambangi Posko Energi Milenial untuk Indonesia (EMILIA). Posko yang diinisiasi Lia Istifhama bersama Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN) itu menjadi salah satu ruang aktivitas selama pelaksanaan Muktamar NU.
Editor : Alim Kusuma