SURABAYA, iNFONews.ID - Geliat meja ronda kini punya masa depan baru yang jauh lebih mentereng. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi mengetuk palu, mengesahkan domino sebagai cabang olahraga prestasi nasional di bawah naungan Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO).
Keputusan tersebut mengubah peta permainan yang selama ini identik dengan sekadar pengisi waktu luang, menjadi ladang pemburu medali resmi.
Baca juga: Beasiswa Garuda Academy 2026 Dibuka, Belajar Langsung dari Praktisi AFC dan FIFA
Bagi Jawa Timur, ketetapan tersebut menjadi lampu hijau untuk melahirkan atlet-atlet asah otak dari warung-warung kopi menuju podium juara.
Ketua ORADO Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, menyambut keputusan ini sebagai momentum bersejarah yang mengubah total wajah domino di tanah air.
"Pengesahan ORADO sebagai anggota KONI menjadi langkah besar membawa domino menuju arah yang profesional dan terstruktur," ujar Mahenda, Kamis (21/5/2026).
Menurut Mahenda, pengakuan ORADO jadi anggota KONI tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang jajaran Pengurus Besar ORADO di tingkat pusat. Status baru tersebut otomatis melenyapkan stigma negatif yang kerap melekat pada permainan ini, sekaligus membuka lebar pintu pembinaan atlet di daerah.
Baca juga: Higgs Games Island, Teman Hiburan Harian di Tengah Aktivitas Digital
Dampak nyata dari legalitas tersebut langsung dirasakan di level akar rumput. ORADO Jatim kini punya legalitas kuat untuk menggelar kompetisi resmi yang berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Langkah taktis yang kini disiapkan adalah memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan KONI di tingkat kota maupun kabupaten se-Jawa Timur. Jaringan ini krusial untuk menjaring bakat-bakat terpendam yang selama ini belum terfasilitasi wadah resmi.
Agenda besar pun sudah menanti di depan mata. ORADO Jatim mengincar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2027 sebagai ajang pemanasan, sebelum bertolak menuju target utama, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Baca juga: HGI City Cup Surabaya 2026 Dibuka Meriah di Grand City
Mahenda mematahkan anggapan bahwa domino sekadar faktor keberuntungan nasib. Olahraga ini mengandalkan kalkulasi matang yang menguras energi pikiran.
"Domino itu olahraga asah otak yang menguji fokus, ketelitian, dan kecerdasan strategi. Lewat wadah resmi, kami ingin mencetak atlet-atlet tangguh yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia," tutur Mahenda menutup perbincangan.
Lewat pengakuan KONI, para pencinta domino kini tidak perlu sembunyi-sembunyi saat menyusun balak di atas meja. Masa depan mereka kini dijamin oleh negara sebagai patriot olahraga.
Editor : Alim Kusuma