JAKARTA, iNFONews.ID - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk membuka tahun 2026 dengan pertumbuhan bisnis yang agresif di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat. Operator hasil merger XL Axiata dan Smartfren tersebut membukukan pendapatan Rp11,84 triliun pada kuartal pertama 2026 atau tumbuh 38 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Lonjakan kinerja paling terlihat pada laba bersih yang dinormalisasi atau normalized PAT yang melesat 254 persen secara tahunan menjadi Rp1,37 triliun. Sementara EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp5,43 triliun dengan margin EBITDA sebesar 46 persen.
Baca juga: Trafik XLSMART Melonjak 21 Persen Saat Lebaran, Messaging Tertinggi
Kinerja tersebut didorong meningkatnya konsumsi layanan data dan percepatan integrasi jaringan pascamerger yang mulai memberikan dampak terhadap efisiensi operasional perusahaan.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan perusahaan kini memprioritaskan penguatan kualitas jaringan dan perluasan pengalaman layanan 5G di Indonesia.
“Integrasi jaringan dan ekspansi 5G menjadi fondasi utama XLSMART dalam membangun pengalaman digital generasi berikutnya di Indonesia,” ujar Rajeev dalam keterangannya, Selasa (12/5).
Layanan data dan digital masih menjadi sumber utama pendapatan perusahaan dengan kontribusi mencapai 91,8 persen terhadap total pendapatan. Di saat yang sama, blended ARPU atau rata-rata pendapatan per pelanggan meningkat menjadi Rp47,3 ribu.
Trafik layanan data juga melonjak 36 persen secara tahunan menjadi 3.867 petabytes. Kenaikan tersebut dipicu tingginya aktivitas digital masyarakat mulai dari streaming video, mobile gaming, hingga penggunaan layanan berbasis cloud.
Untuk menopang lonjakan trafik, XLSMART terus mempercepat modernisasi jaringan dan ekspansi 5G di berbagai kota strategis. Hingga akhir Maret 2026, layanan 5G XLSMART telah tersedia di 43 kota di Indonesia.
Baca juga: Pasca Merger, XLSMART Kantongi Rating 2 Sustainable Fitch Berkat ESG Kuat
Perusahaan juga memperkuat integrasi infrastruktur pascamerger. Hingga kuartal pertama 2026, sekitar 40,3 ribu site telah terintegrasi ke jaringan XLSMART dengan tambahan sekitar 4,9 ribu site baru.
Jumlah BTS XLSMART kini menembus lebih dari 253 ribu unit atau meningkat 54 persen dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan juga telah menyelesaikan sekitar 77 persen target pembongkaran menara (tower dismantling) sebagai bagian dari strategi efisiensi pascamerger.
Rajeev menyebut pengembangan jaringan 5G bukan sekadar peningkatan teknologi telekomunikasi, melainkan fondasi penting untuk mendukung ekosistem digital masa depan, termasuk kecerdasan buatan atau AI dan layanan cloud.
“Dengan infrastruktur yang semakin kuat dan terintegrasi, kami berada pada posisi yang lebih siap untuk menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik bagi pelanggan,” katanya.
Baca juga: Resmi! Smartfren 5G Surabaya Hadirkan Koneksi Tanpa Hambat di Kota Pahlawan
Selain memperkuat jaringan, XLSMART juga mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,25 triliun pada kuartal pertama 2026. Dana tersebut difokuskan untuk integrasi jaringan, ekspansi 5G, modernisasi infrastruktur, dan peningkatan pengalaman pelanggan.
Di sisi lain, perusahaan juga mulai memperkuat strategi multi-brand melalui layanan XL Prepaid, AXIS, Smartfren, XL PRIORITAS, XL SATU, hingga segmen enterprise untuk memperluas jangkauan pasar.
Transformasi perusahaan pascamerger turut mendapat pengakuan internasional. XLSMART meraih penghargaan Ookla Speedtest Awards 2025 sebagai jaringan 5G tercepat di Indonesia serta masuk daftar TIME Best Companies Asia-Pacific 2026. Saat ini XLSMART melayani lebih dari 69,4 juta pelanggan di seluruh Indonesia.
Editor : Alim Kusuma